2.477 Kasus kejahatan terjadi di Samarinda pada tahun 2017, tertinggi Curanmor

BERITALIVE  – Kasus kejahatan sepanjang 2017 di Samarinda, Kalimantan Timur, masih terbilang tinggi. Tercatat, 2.477 kasus kejahatan, tertinggi se-Kalimantan Timur. Meski demikian, jumlah sebanyak itu, turun dibanding 2016 lalu yang membukukan 3.292 kasus kejahatan.

Polresta Samarinda mengklasifikasikan 10 kasus kejahatan paling menonjol di 2017 ini. Antara lain, kasus curanmor masih merajai dengan 393 kasus. Disusul pencurian dengan pemberatan 232 kasus, pencurian dengan kekerasan 15 kasus, serta penggelapan 296 kasus.

Di samping itu juga, kasus penipuan 101 kasus, penganiayaan berat 261 kasus, serta kekerasan dalam rumah tangga 75 kasus hingga 31 kasus pencabulan.

Polresta Samarinda yang memiliki 6 Polsekta, masih harus kerja keras di 2018 mendatang. Sistem pelaporan dan penanganan cepat, lebih digiatkan di 2018 mendatang. Meski memang, wilayah yang ditangani cukup luas, dengan permasalahan sedemikian kompleks.

“Kita maksimalkan personel yang ada, lebih giatkan patroli di 2018 depan,” kata Kapolresta Samarinda AKBP Vendra Riviyanto, dalam paparan akhir tahun Polresta Samarinda, Rabu (27/12).

Kejahatan jalanan, mulai dari jambret hingga begal, yang menjadi atensi Kapolri Jenderal Tito Karnavian, sudah barang tentu jadi atensi serius Vendra dan jajarannya. “Kita perangi begal di 2018,” tegasnya.

Rencana untuk menambah Polsekta di Samarinda untuk memudahkan pelayanan dan lebih mendekatkan diri ke masyarakat, menurut Vendra sementara ini belum bisa terealisasikan.

Rencananya memang, mengingat luasnya wilayah kecamatan Samarinda Ilir dan Samarinda Utara, diperlukan penambahan Polsekta menjadi seperti Polsekta Sambutan.

“Sekali lagi bahwa kita maksimalkan personel yang kita punya, untuk meminimalisir angka kriminalitas di 2018,” katanya.

SC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *