5 Alasan kamu tetap harus pakai otak meskipun lagi jatuh cinta

5 Alasan kamu tetap harus pakai otak meskipun lagi jatuh cinta

5 Alasan kamu tetap harus pakai otak meskipun lagi jatuh cinta
5 Alasan kamu tetap harus pakai otak meskipun lagi jatuh cinta

BERITALIVE – Jatuh cinta sebenarnya benar-benar luar biasa sensasinya. Rasanya seperti segala jenis emosi campur aduk menjadi satu. Tangan jadi berkeringat dingin, jantung berdebar kencang, hingga perut pun terasa mulas setiap kali melihatnya. Jatuh cinta sebenarnya terasa indah. Tetapi jangan terlalu larut dalam kenikmatannya. Justru di saat inilah kamu harus mengingat nasihat dari para pecinta yang sudah berpengalaman. Love with your brain, not your heart. Tetaplah berpikir rasional meskipun kamu sedang dilanda asmara. Berikut ini beberapa alasannya.

• Mendapatkan mengenali ‘tanda bahaya’ sejak dini
Tidak mungkin kita jatuh cinta pada orang yang salah. Dia yang kurang sesuai bagi kita atau malah seseorang yang berniat buruk dengan kita. Kelewat menuruti perasaan bisa membuat kita mengabaikan ‘sinyal-sinyal bahaya’ yang dirasakan pada naluri. Akibatnya kita jadi terjebak di dalam hubungan yang disfungsional atau bahkan bisa merugikan kita di kemudian hari.

• Mendapatkan mengetahui apakah hubung tersebut sesuai untukmu atau tidak
Kadang kita jatuh cinta pada orang yang tepat. Tetapi kondisinya yang tidak tepat. Hubungannya yang belum sesuai. Hanya oleh akal sehat kamu bisa menyadari akar dari permasalahan di dalam hubungan cintamu. Dengan cara inilah pikiran rasional akan membantumu mencari solusi yang paling masuk akal.

• Berhubung masih banyak hal lain yang ingin dipikirkan
Hidup bukan melulu soal cinta. Sebagai manusia, kamu punya segudang tanggung jawab yang harus dipikirkan pula. Ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan dan mimpi yang harus dikejar. Kelewat fokus dengan emosi menggebu-gebu karena cinta hanya akan membuatmu terdistraksi dari tugas dan kewajiban yang harus kamu jalani. Dan kamu akan membayar mahal untuk kelalaian ini di kemudian hari.

• Emosi membuatmu mengambil keputusan yang keliru
Cinta mengaktifkan berbagai hormon yang bisa membuat akal sehat ‘berkabut’. Dalam kondisi seperti ini, kita jadi kurang objektif dalam mengambil keputusan. Ingatlah, keputusan terbaik tidak diambil dalam kondisi emosional.

• Kadang cinta membuat kita berubah jadi orang lain
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, cinta membangkitkan berbagai hormon yang hadir di dalam tubuh. Serangan dopamine, serotonin, adrenalin, dan hormon-hormon lainnya terbukti sebagai ilmiah bisa membuatmu jadi orang yang berbeda. Membuatmu kehilangan arah, perlahan-lahan berubah menjadi seperti dirinya, menurunkan standar, bahkan menanggalkan satu demi satu idealismemu hanya karena takut kehilangan dia.

Jangan sampai kehilangan jati diri sekedar karena kamu sedang jatuh cinta. (WL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *