Akal bulus dari sang demi kuasa harta Siti Nurhayati

BERITA LIVE – Kematian Siti Nurhayati (22) yang membuat warga di lingkungan rumahnya Perumahan Amarapura Blok F2 Nomor 18 RT 02 RW 05, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, geger. Wanita yang sekarang sedang berprofesi sebagai pegawai notaris itu ditemukan yang sduah tewas dan bersimbah darah pada Minggu (3/12) malam.

Dari penyelidikan polisi, Siti Nurhayati tewas akibat banyaknya luka sayatan senjata tajam di bagian perut, pergelangan tangan, dan leher. Korban yang pertama kali ditemukan oleh adiknya yang bernama Nurleha (14).

Sebelum tewas, korban dan adiknya malam itu sedang berada di rumah. Mereka kedatangan tamu yang baru saja diketahui dengan kekasih korban yang berinisial RS dan temannya. Tidak lama kemudian, adik korban telah mendengar teriakan dari  Siti. Saat ingin yang telah menghampiri asal suara tersebut, adik korban dihalang-halangi RS. Dia mengatakan, bahwa Siti sedang pergi ke pos petugas keamanan. Nurleha akhirnya pergi ke pos keamanan untuk mencari sang kakak. Namun baru beberapa langkah, dia telah memilih untuk kembali ke rumah.

“Pas balik lagi sampai rumah, dia (R) pergi naik motor kakak saya. Terus saya lihat ke dalam, kakak saya sudah tergeletak, banyak darah,” kata Nurleha, Senin (4/12).

Tetangga korban, Eva Sayanti, sebelumnya mengaku mendengar adanya suara pintu gerbang rumah terbuka dan sepeda motor yang keluar sebelum Siti Nurhayati ditemukan meninggal.

“Saya kalau teriakannya tidak dengar, tapi saya dengar ada pintu gerbang sekitar tiga kali terbuka-tertutup. Terakhir saya dengar dibarengi suara sepeda motor yang kencang,” kata Eva.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Dalam olah TKP itu polisi mengamankan sejumlah alat bukti. Pihak kepolisian masih memburu lelaki terakhir menemui Siti Nurhayati di rumahnya yang diduga pacarnya.

Setelah melakukan perburuan selama dua hari akhirnya Polres Tangerang Selatan menangkap dua pelaku pembunuhan terhadap Siti Nurhayati (22). Dua pelaku berinisial RS dan AS ditangkap di tempat persembunyiannya daerah Subang, Jawa Barat, Selasa (5/12) siang.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widianto menjelaskan, penangkapan pelaku dilakukan tim Vipers Polres Tangsel bersama Polsek Cisauk di tempat persembunyian pelaku di Subang.

“Dari keterangan sementara keduanya, pelaku RS mengaku kalau dirinya tega menghabisi nyawa korban untuk motif ekonomi,” kata AKBP Fadli Widianto, di Mapolres Tangsel, Selasa (5/12).

Dia menjelaskan, pelaku RS dan Siti Nurhayati, sudah saling mengenal sejak 4 bulan lalu. Keduanya kemudian berpacaran.

“Pacaran itu hanya modus pelaku untuk mengambil harta korbannya,” kata dia.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander menerangkan, motif pelaku hendak menguasai harta korban. Alexander mengatakan, hubungan pacaran itu rupanya hanya modus pelaku RS semata untuk merampas harta korban. Korban dan pelaku saling kenal melalui media sosial facebook.

Menurut Alex, dalam menjalankan aksinya RS tak sendiri. Dia bersama rekannya AS, merencanakan untuk merampas kartu ATM korban. Lantaran RS mengetahui korban memiliki tabungan sebesar Rp 3 juta.

“Dia tahu pin ATM korban, kemudian dua pelaku merencanakan untuk merampas atm korban,” ujarnya.

Dalam drama perampasan ATM itu, kedua pelaku berpura-pura marah terhadap korban. Dengan korban dituduh selingkuh oleh pelaku.

“Jadi mereka berpura-pura menuduh korban selingkuh, sampai RS dan korban cekcok mulut,” kata Alexander.

Dia menjelaskan, saat itu RS dan korban cekcok mulut. AS tiba-tiba mencekik korban menggunakan sabuk yang dia kenakan.

“Kemudian RS mengambil pisau dan menyayat tangan korban, jadi semula hendak dibuat seolah-olah korban bunuh diri, dengan menyayat bagian nadi korban,” ujarnya.

Alex melanjutkan, kedua pelaku pergi meninggalkan rumah korban dengan membawa motor dan dua handphone. “Selanjutnya, pelaku menjual dua handphone tersebut di wilayah Bekasi seharga Rp 150 ribu yang digunakan untuk ongkos ke Subang,” kata dia.

RS (23), pelaku utama pembunuhan terhadap Siti rupanya seorang DPO Polsek Cisauk. Pelaku sebelumnya terlibat kasus bobol toko yang terjadi di tahun 2014 lalu.

“Ya pelaku RS ini DPO kasus pencurian dengan pemberatan yang menimpa toko di Cisauk pada tahun 2014,” kata Alex.

Dijelaskan Alex, dalam kasus bobol toko itu, rekan RS, Jaelani sudah menjalani hukuman penjara selama 3 tahun. Rupanya aksi kejahatan RS tidak cuma itu, selain membunuh pacarnya sendiri, membobol toko di Cisauk, RS juga mengaku telah tiga kali mencuri sepeda motor di wilayah Subang, Jawa Barat.

“Saat ditanya penyidik, dia akhirnya mengaku, dia jawab baru tiga kali,” katanya.

Pihak kepolisian masih akan mengorek lebih dalam keterangan dari kedua pelaku RS dan AS yang telah tega membunuh Sini Nurhayati di rumah orang tua angkatnya itu.

“Selain keterangan soal kasus ini, kami dalami juga kasus-kasus kejahatan lain yang pernah pelaku lakukan,” ujar Alex.

Sementara untuk kasus pencurian dengan pemberatan pada sebuah toko di Cisauk, pihaknya lanjut Alex akan segera berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Tigaraksa untuk melanjutkan perkara tersebut.

“Tentu ini akan kami koordinasikan dengan kejaksaan, soal kelanjutan kasua bobol toko,” tukasnya.  {le}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *