Arema Tidak Mengetahui Pelatih Persib Yang Juga Turut Menjadi Korban Kericuhan Suporter

Hasil gambar untuk pelatih persib terluka

BERITALIVE – Manajemen Arema FC yang mengaku belum mengetahui kondisi pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, yang juga terkena menjadi korban kericuhan suporter di Stadion Kanjuruhan Malang. Mereka yang menegaskan belum dapat mengkonfirmasi penyebab luka yang diderita Mario Gomez itu.

“Kami yang masih belum bisa konfirmasi,” ujar Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

Akan tetapi, kendati yang belum dapat mengetahui kronologi kejadian yang menimpa Gomez, Sudarmaji yang menegaskan Arema yang tetap bertanggung jawab. Mereka pun yang juga melontarkan permintaan maaf kepada pelatih berusia 61 tahun ini.

“Jika memang terjadi, atas nama panitia pelaksana pertandingan, kami yang meminta maaf atas situasi itu,” tutur Sudarmaji.

“Situasinya yang serba menjadi tidak normal,” ia menambahkan.

Sebelumnya, dapat terjadi kericuhan di laga antara Arema FC dan Persib Bandung di Go-Jek Liga 1 bersama Bukalapak. DI penghujung pertandingan yang dihelat di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (15/04) ini, Aremania yang merangsek masuk ke lapangan dan yang terlibat baku hantam dengan petugas pengaman pertandingan, yang berupaya mengamankan perangkat pertandingan dan pemain juga ofisial kedua tim.

Aparat kepolisian yang mencoba melerai pertarungan itu. Mereka yang beberapa kali menembakkan gas air mata. Walhasil sejumlah suporter yang tumbang akibat dampak gas air mata itu.

Selain tembakan gas air mata dan baku hantam, kerusuhan itu yang juga diwarnai pelemparan benda-benda keras dari tribun ke arah lapangan. Beberapa lemparan yang nampak menyasar bench kedua tim.

Sejauh ini yang belum bisa diketahui apakah lemparan benda keras, atau hal lain, yang sudah menyebabkan jidat Gomez terluka.

Akan tetapi, melalui akun Instagram miliknya, Gomez yang memastikan kondisinya sekarang ini baik-baik saja. Pelatih berusia 61 tahun itu yang menegaskan lukanya tak parah.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah peduli. Saya baik-baik saja. Ini cuman luka di daging. Saya harap, ini yang tidak terjadi lagi. Kita pantas bermain sepakbola tanpa kekerasan,” tulisnya. (st)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *