Awalnya Bikin Mulus, Ini Efek Mengerikan Krim Pemutih dengan Steroid

BERITA LIVE – Memilih krim perawatan kulit memang tidaklah mudah. Jika salah memilih maka bukan kulit sehat dan glowing yang akan kamu dapatkan, melainkan kulit rusak dan penuh bercak merah. Bahaya penggunaan krim abal-abal sendiri beberapa lalu sempat viral karena diunggah di media sosial Instagram salah satu dokter kulit dan kelamin. Dalam postingan tersebut sang dokter memperlihatkan dampak dari krim pemutih abal-abal yang dialami oleh salah satu pasiennya hingga membuat kulit pasiennya tersebut dipenuhi dengan guratan merah.

Dokter kulit Eddy Karta pun mengungkap apa yang menyebabkan seseorang jadi memiliki guratan merah setelah memakai krim pemutih abal-abal.

“Biasanya ada dua penyebab kenapa kulit bisa merah-merah gitu. Bisa karena pembuluh darahnya yang lebar atau memang kulitnya jadi tipis. Biasanya sih steroid tuh,” kata dr. Eddy Karta, Sp.KK, PhD saat ditemui dalam acara peluncuran inovasi Micro Dense Foam di produk Senka Perfect Whip yang diselenggarakan di The MAJ Senayan, Jakarta pada Selasa (18/02/2020).

Dokter Eddy menjelaskan bahwa kandungan utama pada krim yang perlu dihindari adalah merkuri. Selain itu, kandungan steroid pada krim-krim yang dijual bebas di online juga perlu di hindari. Pada zaman sekarang ini menurutnya, kandungan steroid cukup banyak ditemui di krim-krim abal-abal yang dijual bebas. Oleh karena itu, dr. Eddy menyarankan untuk berhati-hati saat memilih dan membeli krim untuk kulit.

“Steroid soalnya dipakai lebih enak. Seminggu dua minggu tuh mukanya jadi bagus, bersih, radang berkurang, nyaman. Jadi orang-orang pada pengen pakai itu,” jelas dr. Eddy.

Dokter Eddy menjelaskan bahwa efek dari steroid pada awalnya memang akan terlihat bagus. Hal ini yang akan mendorong orang lain tertarik untuk membelinya. Namun setelah satu atau dua bulan kemudian biasanya orang tersebut baru akan merasa tidak cocok dan kulit justru berubah ke arah yang lebih negatif.

“Steroid itu bahaya nanti lama kelamaan orang jadi nggak bisa lepas soalnya. Kalau lepas jerawatan, sedangkan dipakai terus-terusan makin kasar dan kering kulitnya,” jelas dokter Eddy.

Sayangnya kamu mungkin tidak bisa dengan mudah membedakan krim-krim mengadung steroid dan yang tidak karena tidak ada gejala awal yang ditimbulkan dari pemakaian krim berbahaya tersebut. Setelah kamu cukup lama memakainya barulah kamu akan merasa bahwa kulitmu yang tadinya mulus dan glowing, kini justru berubah menjadi kering dan bruntusan.

Menurut dr. Eddy, steroid sebenarnya boleh digunakan dalam dosis yang kecil dan dengan pengawasan dokter. Namun jika krim tersebut dijual bebas dan mengandung steroid dosis besar maka itu yang bisa menyebabkan timbulnya guratan-guratan merah pada kulit.

“Kadang-kadang dosis sedikit boleh pada orang yang iritasi mukanya atau memang sangat sensitif tapi bukan yang dijual bebas tanpa kontrol,” tutup dr. Eddy. (GR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *