Bangunan sejarah Kota Tua selain eksotis, bisa jadi peluang bisnis

bangunan-sejarah-kota-tua-selain-eksotis-bisa-jadi-peluang-bisnis

Sebanyak 12 jajaran poster informasi bangunan karya kakak beradik Charles Prosper Wolff Schoemaker dan Richard Leonard Arnold Schoemaker terpajang simetris di lantai satu gedung peninggalan perusahaan asuransi jiwa asal Belanda, Onderlinge Levensverzekering Van Eigen Hulp (OLVEH). Poster tersebut secara detail menjelaskan fungsi gedung, alamat, denah gedung serta foto- foto gedung dari pelbagai sudut. Bisa dibilang juga lantai ini berfungsi sebagai ruang pamer sejarah.

Berpindah ke lantai dua gedung, sebuah ruang kerja nyaman dengan paduan meja dan kursi warna lembut, lukisan besar di sudut ruang dan tembok dengan bata ekspos menjadi ruang kerja perusahaan pewarta seni dan budaya Indonesia, Sarasvati Art Communication and Publication. Tapaki lagi ke lantai selanjutnya, sebuah ruang hampa dibiarkan begitu saja. Lantai tiga gedung ini difungsikan sebagai ruang pertemuan dan diskusi.

Gedung OLVEH begitu bangunan ini biasa disebut. Gedung dengan nuansa khas Kolonial Belanda ternyata sudah tidak digunakan lagi sejak tahun 1980an oleh Jiwasraya setelah OLVEH van 1879 dinasionalisasi pemerintah Indonesia.

Adaptive reuse, membuat gedung OLVEH kini eksis kembali di kawasan Kota Tua Jakarta Barat. Dengan tetap menjaga keaslian arsitektur, gedung ini bisa terkesan unik terutama bagi orang yang menempati.

Gedung Olveh di Jakarta Kota 2016 merdeka.com/etika

“Justru sangat bagus sangat positif bahwa mereka adalah orang yang menghormati sejarah dan bangunan. Menghargai masa lalu. Itu kan gedung-gedung yang dibuat dengan sangat baik masa lalunya. Justru harus dipertahankan. Di situ eksotismenya. Daya tariknya,” jelas Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf  , Kamis (24/3) kemarin.

Lanjut Triawan, dia menceritakan bagaimana negara tetangga Singapore melakukan revitalisasi ruko-ruko lama bergaya khas Tionghoa dengan tetap menjaga kecerahan warna gedung serta keamanan lingkungan sekitar dan kini menjadi daya tarik pariwisata dan bisnis.

Di kawasan Kota Tua sendiri, tren yang sedang populer pada gedung-gedung seperti OLVEH disewakan kepada perusahaan start up dengan harga yang sangat kompetitif. “Biasanya yang menggunakan tempat tempat yang sedikit adalah start up. Para pemula bisnis. Bisnis pemula yang belum bisa membayar uang sewa yang tinggi. Mereka mencari tempat-tempat seperti ini. Yang di situ juga berkumpul komunitasnya. Ada saling sharing ada saling mengisi. Bisa saling bekerja sama,” tambah Triawan.

Selain daya tarik gedung dengan mempertahankan kekuatan sejarah panjang untuk dapat terus berkembang juga harus diimbangi dengan lokasi yang strategis, keberadaan transportasi dan pendukung lainnya seperti tempat berbelanja dan sekolah agar menjadi kawasan yang memiliki tingkat ekonomi tinggi.

“Tapi kembali lagi harus ada infrastruktur yang mendukungnya seperti transportasi yang mudah lalu pendukung lain seperti tempat kos dan apartemen- apartemen murah nah itu. Tempat murah sendiri kalau jauh juga bisa jadi mahal bagi orang lain,” papar Triawan.

Tidak adanya kendaraan bermotor lalu lalang di kawasan Kota Tua, masyarakat bisa bebas mengajak kakinya kemana pun yang dimau tanpa takut tertabrak kendaraan. Itulah pandangan yang direncanakan pemerintah tentang ‘penataan masa depan’ kawasan ini.

Gedung Olveh di Jakarta Kota 2016 merdeka.com/etika
“Pedestrian area. Ada rencana juga di sana akan dibuat kanal-kanal. Karena tadinya jalan-jalan di situ ada kanal air. Ditutup karena pada zaman Belanda, itu bisnis keluar dari sana mungkin ya ada perubahan. Kalau dijadikan kanal-kanal yang menarik bisa menjadi daerah pariwisata luar biasa,” papar Triawan.

Tak hanya itu, adanya MRT serta wacana pindahnya kantor Badan Ekonomi Kreatif ke kawasan tersebut nantinya juga akan timbul secara perlahan sentra untuk musik, film serta seni lainnya. “Akan menarik sekali akan berkumpul di situ. Secara paralel fasilitas akan dibangun dan menjadi magnet jika komunitas ada di sana,” jelas Triawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *