Batik Belanda Juga Batik Indonesia

BERITALIVE – Sudah begitu Banyak cerita yang beredar seputar batik di Indonesia. Dengan ada nya sejarah yang panjang selama ratusan tahun dan perkembangannya juga yang sudah sangat beragam jenis di berbagai daerah, sulit menentukan di mana pada batik pertama kali dibuat. Selain itu, batik juga sebenarnya terdapat di negara-negara lain meski tidak selalu disebut batik. Ini karena batik nyaris selalu mengacu pada kain yang digores atau digambar motif-motif dengan canting di Indonesia, ataupun hasil cetakan mesin.

Bermacam-macam motif batik yang ada di Indonesia. Setidaknya batik Solo, Yogya, Betawi, Cirebon, Pekalongan, Lasem, Madura. Batik adalah budaya yang memang cukup terbuka. Indriya  R Dani, dalam bukunya Cantik Bergaya Dengan Batik & Tenun, menyebutkan bahwa batik ini sudah ada sejak zaman Majapahit.

Motif awalnya berupa corak lukisan binatang dan tanaman. Lama kelamaan, pada motif batik yang sudah berkembang dan akan menjadi motif abstrak yang akan menyerupai awan, reliaef candi, wayang dan lainnya.

Dulunya batik dan kain tenun lain hanya untuk keperluan adat. Hanya kalangan tertentu saja yang boleh menggunakannya. Batik kemudian berkembang dan tidak hanya digunakan orang-orang terpandang pribumi tapi juga orang Belanda atau orang Indo-Eropa yang sudah dengan terpaksa menetap di Indonesia.

Menurut Harmen C Veldhuisen dalam Batik Belanda 1840 – 1940 (2007) dan H. Santosa Doellah dalam Batik: Pengaruh Zaman Dan Lingkungan (2002), semula batik bukan dagangan yang dikonsumsi orang-orang Belanda. Mereka semula terbiasa dengan sembagi dari Coromandel atau Potala dari Gujarat. Setelah berkurangnya kain-kain impor itu, batik merangkak populer di kalangan orang-orang Belanda.

Mereka juga akan memperkenalkan bahwa zat pewarna sintetis kepada para pengrajin batik pesisir pada tahun 1890-an,” tulis Iwet Ramadhan dalam Cerita Batik (2013). Pewarna merah pada batik berasal dari akar pohon mengkudu atau pace (morindacitrifolia), biru dari daun nila (indiegoferatinctoria), coklat dari tanaman sogo jambal (peltophorumpterocarpum), Tingi (Ceriopstagalperr), dan kuning dari tegeran (cudraniajavanensis).

Batik-batik yang berasal dari daerah pesisir Jawa, motif-motifnya juga sangat terpengaruh oleh budaya dari luar. Di Madura, Ben Anderson menemukan beberapa motif batik Madura terdapat burung api. Burung yang tidak terdapat di Madura. Di Tiongkok burung ini ada dalam mitologi mereka. Kemungkinan motif itu terpengaruh dari lukisan-lukisan di keramik dari Tiongkok. Antara Madura dengan Tiongkok sudah ada hubungan dagang, khususnya garam Madura.

JM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *