Berkeringat Dingin? Ini Kondisi Medis yang Bisa Menyebabkannya

BERITA LIVE – Keringat dingin biasanya terjadi ketika tubuh kita mendadak dingin dan keluar titik-titik air di permukaan kulit secara tidak normal. Kondisi tersebut tidak bergantung pada temperatur lingkungan sekitar. Kita tetap bisa mengalaminya di tengah hari yang panas.

Lalu apa sebenarnya penyebab dari keringat dingin? Apakah ini merupakan kondisi yang sepele atau kita harus khawatir karenanya? Yuk, kenali kondisi medis yang ditandai dengan keringat dingin berikut ini!

Syok

Hasil gambar untuk Syok
Keringat dingin juga bisa terjadi ketika kamu sedang syok, terutama setelah mengalami kecelakaan atau cedera. Menurut laman Medical News Today, kondisi tersebut menandakan bahwa darahmu tidak mengalir sempurna sehingga otak kekurangan oksigen dan nutrisi.

Ketika syok diiringi oleh keringat dingin, itu berarti bahwa kondisi sudah sangat parah. Gejala lain yang menyertainya adalah detak jantung meningkat, napas tidak beraturan, serta denyut nadi yang melemah. Jika kondisi ini terjadi, maka segeralah pergi ke dokter.

Serangan jantung

Hasil gambar untuk Serangan jantung
Serangan jantung sebenarnya tidak benar-benar terjadi secara mendadak. Terdapat beberapa gejala yang mendahului, termasuk keluarnya keringat dingin. Gejala lain yang menyertainya adalah napas memendek, rasa sakit pada dada atau angina, serta tekanan pada leher atau lengan.

Jika gejala tersebut terjadi pada orang sekitarmu, segeralah ke rumah sakit. Sambil menunggu penanganan, berikan aspirin yang bisa dikunyah kepada pasien.

Cedera yang parah

Hasil gambar untuk gips

Cedera parah seperti patah tulang, amputasi, atau luka yang terbuka dapat memicu keluarnya keringat dingin. Jika hal itu terjadi, artinya tubuh sedang berusaha untuk menahan rasa sakit yang luar biasa.

Itulah kenapa tubuh pun merespons dengan mengeluarkan keringat dingin. Walaupun misal luka tidak terlihat parah, ini adalah sinyal untuk segera ke rumah sakit.

Tekanan darah menurun

Hasil gambar untuk Tekanan darah menurun
Penurunan tekanan darah yang drastis dapat membuat seseorang pingsan dan mengalami diaphoresis. Itu merupakan istilah untuk menggambarkan keluarnya keringat dingin yang berlebihan.

Jika tidak ditangani dengan benar, pasien akan mengalami dehidrasi dan vertigo. Oleh karena itu, sebaiknya segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Infeksi

Hasil gambar untuk Infeksi
Infeksi dalam bentuk apa pun dapat memicu keluarnya keringat dingin. Mulai dari infeksi karena luka hingga yang terjadi di organ dalam kita. Dilansir dari Very Well Health, kondisi tersebut akan menyebabkan demam yang menjadi akar dari keringat dingin.

Respons tersebut dilakukan tubuh sebagai cara memerangi peradangan yang sedang terjadi. Namun, jika kamu tidak menanganinya dengan segera, tubuh akan dehidrasi karenanya. Maka dari itu, perbanyak minum air putih ketika kamu sedang mengalami infeksi.

Maka itulah beberapa kondisi medis yang ditandai dengan keluarnya keringat dingin. Sebaiknya amati gejala lain yang menyertainya ya. Maka dengan begitu kamu yang bisa mengetahui kapan untuk konsultasi ke dokternya. (GR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *