Berlibur di Maroko, Warga Inggris Meninggal Digigit Kucing Rabies

BERITA LIVE – Seorang warga Inggris meninggal karena digigit kucing rabies di Maroko. Korban digigit seekor kucing saat sedang berlibur.

Dilansir CNN dan Independent, Selasa (13/11/2018), bagian Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE) langsung mengeluarkan peringatan kepada wisatawan Inggris lain setelah peristiwa ini.

“Tidak ada risiko kepada publik yang lebih luas dalam kaitannya dengan kasus ini,” kata PHE.

Tetapi pekerja kesehatan dan keluarga dekat dan teman-teman sedang dinilai dan ditawarkan vaksinasi sebagai langkah pencegahan.

PHE menggunakan insiden itu untuk mengingatkan penduduk akan risiko ketika bepergian ke luar negeri.

“Ini merupakan pengingat penting dari tindakan pencegahan yang harus dilakukan orang ketika bepergian ke negara-negara di mana rabies adalah presiden,” kata kepala imunisasi di PHE, Mary Ramsay, dalam sebuah pernyataan.

“Jika Anda digigit, digaruk atau dijilat oleh hewan, Anda harus mencuci luka atau tempat pemaparan dengan banyak sabun dan air dan mencari nasihat medis tanpa penundaan,” sambungnya.

Pengobatan dan penindakan cepat setelah terkena hewan rabies akan membuat vaksin bekerja efektif mencegah penyakit tersebut.

PHE menyatakan tidak ada manusia yang mengidap rabies di Inggris dari hewan–selain kelelawar–selama lebih dari 100 tahun. PHE menambahkan, penyakit itu tidak beredar pada hewan liar atau domestik di Inggris.

Namun, pada periode 2000-2017 ada lima orang Inggris yang mengidap rabies di luar negeri yang berasal dari hewan.

Penyakit rabies berasal dari virus yang menyerang orak dan saraf pusat. Gejala awal dari penyakit ini ialah kecemasan, sakit kepala dan demam, yang dapat berkembang menjadi halusinasi dan gagal napas, menurut PHE.

Virus ini ditularkan ke manusia melalui gigitan binatang atau goresan dan dapat memakan waktu antara tiga dan 12 minggu untuk mulai menunjukkan gejala.

Rabies terjadi di lebih dari 150 negara dan teritori di seluruh dunia.

Setiap tahun, lebih dari 59.000 orang meninggal karena rabies–dengan populasi miskin dan kurang beruntung sangat terpengaruh ketika ada akses terbatas ke perawatan kesehatan.

Diperkirakan 95% kasus terjadi di Afrika dan Asia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lebih dari 99% kasus disebabkan gigitan anjing

(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *