Besok Akan Digelar Hungry Ghost Festival, Ini yang Dilakukan Warga Tionghoa

BERITALIVE-MEDAN – Sejumlah Warga keturunan Tionghoa di Medan menggelar persiapan tradisi menyambut datangnya arwah leluhur, di Vihara Gunung Timur, Jalan Hang Tua Medan, Senin (4/9/2017). Mereka datang secara bergantian dan melakukan sembahyang.

Satu di antara warga Tionghoa, Abu Bakar Chandra (62) mengatakan, ritual ini merupakan bentuk penghormatan kepada para arwah leluhur yang sudah meninggal. Serta permohonan pengampunan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Dalam ritual tersebut segala rupa persembahan dijadikan pengantar bagi arwah agar bisa memasuki surga. Tujuannya menghormati leluhur, serta memohon kepada Tuhan biar mereka diampuni,” ujar Chandra usai menggelar sembahyang.

Katanya, ritual ini biasa disebut dengan Por Thor yang wajib digelar tiap tahunnya. Phor Thor jatuh pada tanggal 15 bulan ke 7 menurut kalender Tionghoa atau Selasa (5/9/2017).

Sejak pagi hingga tengah hari warga berduyun-duyun, mempersembahkan makanan. Mengantarkan replika rumah, replika menyeruoai manusia terbuat dari kertas, mobil, dan harta benda lainnya.

Menurut Chandra, persembahan ini dianggap sebagai bekal bagi keluarga-keluarga mereka yang sudah meninggal. Diyakini, orang-orang yang memberi persembahan pada ritual ini akan terhindar dari berbagai bala serta sejahtera hidupnya.

Selain ditujukan kepada arwah leluhur, mereka juga tidak melupakan arwah orang-orang yang terlantar. Khusus kepada orang terlantar, lembaran kertas berstempel emas dan perak menjadi simbol uang dilempar ke udara saat pelaksanaan ritual.

Sesi paling akhir dari ritual Phor Thor adalah pembakaran patung hantu penguasa yang terbuat dari kertas, yakni pada Selasa (5/9/2017). Dalam kepercayaan masyarakat hantu penguasa tersebut merupakan hantu penjaga neraka.

JM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *