Bulan Depan, Salah Satu Satelit Buatan Akan Jatuh ke Bumi, Apakah Berbahaya?

BERITALIVE – Satelit buatan yang sudah tidak digunakan akan kembali lagi ke Bumi.

Namun, satelit buatan ini tidak akan kembali ke Bumi dalam keadaan untuh.

Itu karena satelit buatan akan jatuh dan menabrak Bumi.

Lalu, apakah jatuhnya satelit itu berbahaya bagi kehidupan di Bumi?

Satelit Tiangong-1

Ada sebuah satelit buatan Tiongkok yang sudah mengudara di orbit Bumi sejak 2011 lalu.

Satelit bernama Tiangong-1 ini dibangun oleh China National Space Administration (CNSA).

Satelit buatan ini memiliki panjang 10 meter dan menjadi salah satu stasiun antariksa hebat milik Tiongkok.

Tiangong-1 bahkan pernah dihuni oleh 3 orang astronaut Tiongkok pada Juni 2012 lalu.

Namun, saat CNSA membangun Tiangong-2 pada tahun 2016, Tiangong-1 mulai diabaikan.

CNSA lebih sering memperhatikan Tiangong-2 dan meninggalkan Tiangong-1.

Jatuh ke Bumi

Nah, para ilmuwan memperkirakan Tiangong-1 hanya memiliki waktu sekitar 1 bulan untuk hidup.

Itu berarti bulan depan satelit buatan ini akan mengakhiri perjalanannya di ruang angkasa dan jatuh ke Bumi.

Letak Tiangong-1 sekarang sudah semakin rendah dan mendekati permukaan Bumi.

Diperkirakan, satelit buatan Tiongkok ini akan jatuh antara tanggal 29 Maret sampai 9 April 2018 nanti.

Namun, para ilmuwan belum bisa memperkirakan di mana Tiangong-1 ini akan jatuh.

Bisa jadi di bagian utara Bumi, di bagian selatan Bumi, atau bisa juga di daerah khatulistiwa.

Apakah Berbahaya?

Lalu, jatuhnya satelit buatan ke Bumi ini apakah berbahaya bagi kehidupan kita?

Jangan khawatir, teman-teman, peristiwa ini tidak berbahaya, kok.

Satelit buatan yang sudah tidak dipakai memang wajar jatuh ke Bumi.

Itu karena bahan bakarnya sudah habis sehingga benda-benda itu tidak bisa bertahan di ruang angkasa.

Nah, sama seperti meteor, benda-benda itu juga akan terbakar saat melewati atmosfer Bumi.

Walaupun ukuran satelit itu besar, tapi ukurannya akan menjadi kecil karena terbakar.

Saat sampai di permukaan Bumi, ukurannya akan sangat kecil atau bahkan sudah hilang sebelum sampai ke tanah.

JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *