Cerita nenek Ripah, puluhan tahun cari rezeki di Ragunan

cerita-nenek-ripah-puluhan-tahun-cari-rezeki-di-ragunan

Kebun binatang Ragunan salah satu tempat rekreasi yang paling diminati warga. Terlebih saat libur panjang seperti akhir pekan ini, Ragunan pun terlihat dipadati pengunjung.

Momen ini dimanfaatkan para pedagang untuk mengais rezeki di antara pengunjung yang datang. Seperti nenek Ripah, yang puluhan tahun menjadi tukang jasa penyewa tikar.

Dirinya tak ingin melewatkan kesempatan untuk menjajakan sewa tikar kepada pengunjung di hari libur ini. Wanita sekira berusia 70 tahun ini mengatakan, sengaja datang lebih pagi karena menurutnya pengunjung bakal membludak.

“Iya dari jam 8 an udah datang. Rumah juga memang dekat,” kata Ripah kepada merdeka.com di Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (26/3).

Nenek renta itu juga menceritakan awal mula mencari rezeki di Ragunan. Menurutnya, dari awal kebun binatang itu beroperasi dirinya sudah berjualan.

“Udah enggak kehitung. Udah puluhan tahun kali. Pas mulai Ragunan dibuka saya udah jualan. Tapi dulu jualan es teh. Karena udah nggak kuat ngangkat saya sekarang sewa tikar aja,” ceritanya.

Meski demikian, pendapatan yang dihasilkannya kurang dari cukup. Sebab, kata dia, pengunjung yang datang lebih banyak membawa tikar dari rumah.

“Pendapatan enggak tentu juga walau hari libur ya dibilang cukup ya nggak. Malah kadang kalau sepi nggak dapat sama sekali. Soalnya sekarang banyak yang bawa (tikar) sendiri,” ujar Ripah.

Dia mengungkapkan, dirinya masih semangat bekerja karena tak ingin merepotkan anak-anaknya. Terlebih lagi dirinya tidak lagi memiliki suami dan ingin hidup mandiri.

“Malu kalau dikasih sama anak terus. Kalau masih bisa cari sendiri ya nyari sendiri,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *