Dimeriahkan Atlet Nasional, Pari Sakti Cup Wadah Bibit Baru Perenang

BERITA LIVE – Kejuaraan renang Pari Sakti Cup resmi dibuka di Stadion Akuatik Senayan hari ini. Selain perenang kelompok umur, atlet-atlet nasional pun terlibat.

Pari Sakti akan berlangsung selama tiga hari, mulai 8 sampai 10 November di Stadion Akuatik. Event tahunan yang digagas Radja Nasution ini akan memperlombakan 182 nomor pertandingan untuk memperebutkan 182 medali, 12 trofi untuk perenang terbaik dan sebuah Piala Indonesia-1 untuk klub terbaik.

Total ada 520 atlet putra dan putri dari 43 klub dari seluruh provinsi di Indonesia. Dari jumlah itu, terdapat perenang nasional seperti I Gede Siman Sudartawa dan Gagarin Nathaniel.

Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) mendukung penuh keterlibatan atletnya karena bisa memotivasi atlet-atlet muda.

“Pada prinsipnya PRSI mendukung Pari Sakti dan kami mempersilakan atlet nasional yang merasa untuk turun mendukung dan ikut berpartisipasi,” kata Wakil Ketua Umum PRSI Harlin E. Rahardjo usai menghadiri acara pembukaan Pari Sakti Cup 2018.

“Lebih dari itu, kejuaraan ini sangat bagus terutama usia dini karena ada atlet cilik kita yang juga ikut. Di sini kan ada kelompok usia 5 juga dipertandingkan, yang di mana pertandingan lain tak ada. Jadi ini bagus menjadi wadah mereka untuk membuktikan kemampuan,” sambungnya.

Harlin menjelaskan mayoritas perenang nasional yang ikut turun adalah yang berdomisili di Jakarta. Sebab, atlet nasional lainnya beberapa ada yang sedang latihan di luar kota untuk persiapan Indonesia Open awal Desember mendatang.

“Tapi poinnya keberadaan atlet nasional memberi semangat kepada yang muda. Karena mereka merupakan idola perenang muda ini. Itu yang mereka harapkan,” katanya.

Tak hanya memotivasi atlet muda, ajang ini juga diharapkan menjadi contoh bagi daerah untuk menyelenggarakan hal yang sama demi pembibitan atlet daerah.

“Saya harap Pari Sakti bisa digelar setiap bulan terutama di Jakarta apalagi sudah ada stadion akuatik ini guna membangkitkan gairah renang khususnya akuatik di Indonesia,” papar Harlin.

“Begitu dengan daerah-daerah lain. Jadi klub daerah kami kasih contoh karenA kompetisi ini mencari bibit. Bisa juga nanti PB mendorong Pengprov dari daerah supaya bisa membuat hal semacam ini dengan minta dukungan dari Kemenpora atau Dispora masing-masing daerah.”

Sementara itu Menko PMK, Puan Maharani, yang diwakili Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida, mengharapkan Pari Sakti Cup ini menjadi ladang PRSI untuk mendapat bibit-bibit baru.

“Renang belum mendapatkan medali pada Asian Games 2018, ke depan PRSI bisa memberdayakan klub-klub renang supaya bisa berprestasi lewat kompetisi dan pembinaan seperti Pari Sakti Cup ini,” kata Nyoman.

(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *