Disandera kelompok Abu Sayyaf, Bayu dibawa ke sebuah pulau

disandera-kelompok-abu-sayyaf-bayu-dibawa-ke-sebuah-pulau

Bayu Oktavianto pemuda kelahiran Klaten 16 Oktober 1993, warga Dukuh Miliran, Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, Klaten, Jawa Tengah menjadi salah satu sandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Bayu merupakan kru salah satu dari dua kapal Indonesia yang dibajak yakni kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12.

Ditemui wartawan di rumahnya, Sutomo ayah kandung Bayu membenarkan jika anaknya tersebut mengalami penyanderaan di Filipina sejak Sabtu (27) sore. Namun dia baru mendapatkan kabar tersebut dari perusahaan tempat anaknya bekerja pada Selasa (29/3) pagi.

“Saya dapat telepon dari perusahaan tempat Bayu bekerja, tadi pagi jam 9.00 WIB. Katanya kapal anak saya mendapat masalah, disandera di perbatasan Malaysia,” ujar Sutomo, Selasa (29/3).

Bayu Oktavianto 2016 merdeka.com/arie sunaryo

Sutomo menambahkan, berdasarkan informasi dari perusahaan sesuai keterangan penyandera, kondisi anaknya dan 9 WNI lainnya baik. Mereka diamankan di sebuah pulau dan dimasukkan ke dalam sebuah rumah.

“Kondisinya baik dan diberi makan. Mereka ditempatkan di sebuah rumah di pulau terdekat,” katanya.

Sutomo meminta pemerintah dan perusahaan bisa membebaskan anaknya. Dia juga meminta jika sudah dibebaskan nanti, anaknya dipulangkan ke Klaten, agar kondisi psikis bisa pulih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *