Efektifkah Berkumur Air Garam Untuk Mengatasi Sakit Gigi?

Berita Live – Ketika mengalami masalah kesehatan gigim salah satu yang di lakukan adalah berkumur dengan sejumlah ramuan. Salah satu ramuan yang di sebut  bermanfaat adalah air garam. Benarkah?

Menghubungi dokter gigi Callista Argentina untuk menanyakan perihal ini. Callista mengatakan bahwa hal ini bukanlah fakta.

” Mitos aja deh, ya, Soalnya kalau di bilang fakta nanti di sangkanya benearan,” jawab Callista.

Penyebab sakit gigi yang tersering, Kata Callista, adalah karena gigi berlubang. Kondisi ini terjadi karena ada makanan menyelip yang tidak di bersihkan lama kelamaan membuat gigi berlubang. Setelah itu, lubang bekas makanan tadi di masuki oleh sisa makanan lagi dan biasanya sakit gigi baru terasa.

Wanita lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Prof. Dr. Moestopo Jakarata ini mengungkapkan bisa rasa sakit gigi berkurang karena berkumur dengan air garam itu menghempaskan sisa makanan yang ada di gigi berlubang.

” Kalau misalkan kumur – kumur pakai air garam atau air biasa, itu biasanya kalau kotorannya hilang, sakitnya akan berkurang,” tuturnya.

Callista menambahkan, air garam berfungsi untuk meredakan gusi yang bengkak, yang biasanya terjadi setelah operasi gigi atau cabut gigi.

” Jadi, tergantung kondisi penyebab sakit giginya,” Jawab dokter gigi yang sehari – hari praktik di Almeira Clinic Jakarta Selatan.

Lebih Baik Segera Ke Dokter Gigi

Callista menekankan bahwa air garam bukan menghilangkan rasa sakit gigi melainkan hanya meredakan rasa sakit. Selain itu, tergantung pada tingkat keparahan sakit gigi.

Ingat bahwa air garam berfungsi untuk meredakan gusi yang bengkak akibat sakit gigi akan membuat seseorang merasa lebih baik. Sehingga, dampak terasa pada gusi bukan gigi.

Selain itu, penggunaan air garam untuk berkumur berfungsi untuk menyingkirkan sisa makanan yang menyelip di gigi berlubang, bukan karena efek air garamnya.

Callista menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter gigi bila sakit gigi melanda. Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya sehingga pengobatan bakal tepat.

” Bukan cuma di obati gejalanya saja tapi mengatasi dari sumbernya juga, kala enggak nanti bisa kambuh lagi, tandanya. {cr}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *