Gadis Di jember Hilang Selama 11 hari, Diduga DI Bawa Pergi Tetangga

Sumiati, perempuan usia 16 tahun dari Dusun Sumberlanas Timur, Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Jember hilang dari rumahnya. Hingga Sabtu (9/11) petang, Sumiati telah 11 hari meninggalkan rumah tanpa kabar. Orang tua khawatir anaknya jadi korban perdagangan manusia.

 

“Dia pergi sekitar pukul 20.00 WIB, sebelas hari yang lalu. Tidak pamit memang, dan saat itu awalnya kita belum khawatir karena memang dia tidak pernah pergi jauh dari rumah,” ujar Novi Oktavia (21), kakak sulung Sumiati saat dikonfirmasi wartawan.

 

Menurut Novi, sebelum Sumiati hilang, seorang tetangganya yang bernama Bu Helmina, sempat bertandang ke rumah mereka.

 

“Waktu itu Selasa (29/10) siang, Sumi (panggilan akrab Sumiati) sempat ngobrol dengan Bu Helmina. Saat itu, saya tinggal keluar untuk belanja, jadi tidak tahu apa yang mereka berdua obrolkan,” jelas Novi.

 

Kala itu, keluarga belum menaruh curiga kepada Helmina. Pasalnya, selama ini Helmina sering berinteraksi dengan keluarga Sumiati.

 

“Sekitar seminggu sebelum hilang, adik saya juga pernah diajak naik motor untuk ambil uang buat bayar arisan di dekat rumah,” lanjut Novi.

 

Bahkan saking percayanya, Novi juga sempat meminjamkan Suket (Surat Keterangan, pengganti sementara KTP Elektronik) miliknya kepada Helmina.

 

“Alasannya untuk pinjam uang di BPR. Sampai sekarang juga belum kembali,” papar Novi.

 

Hingga pagi harinya (30/10), Sumiati juga belum kembali ke rumah. Lantaran Sumiati selama ini kerap bermain ke rumah Helmina, Novi pun berinisiatif ke rumah tersebut guna menanyakan keberadaan sang adik. Betapa kagetnya Novi, begitu sampai di rumah Helmina, ia hanya bertemu dengan suami Helmina.

 

“Kata suaminya, bu Helmina juga pergi tanpa pamit. Meninggalkan dua anaknya. Karena kedua orang itu (Helmina dan suami) sebelumnya sempat bertengkar. Dan waktu kepergian Helmina dan adik saya, hampir bersamaan,” papar Novi.

 

Kekhawatiran Novi dan keluarganya makin besar sebab ternyata Sumiati pergi dengan membawa sejumlah pakaian. Keluarga curiga, Sumiati diajak Helmina untuk bekerja ke luar kota.

 

“Karena sebelumnya, saya pernah diajak bekerja Bu Helmina ke Bali, tapi saya tidak mau. Takutnya, adik saya yang kemudian di bujuk untuk kerja di luar daerah. Karena adik saya ini lugu dan pendiam sekali,” papar Novi.

 

Rasa was-was itu makin besar setelah Novi ingat, bahwa Surat Keterangan (Suket) miliknya juga masih di bawa Helmina sejak beberapa hari sebelum sang adik menghilang.

 

“Saya takut, Suket itu bisa jadi sarana untuk mempermudah adik saya dipekerjakan. Karena muka saya dan adik relatif mirip kalau berdasarkan foto,” tutur Novi.

 

Sejak awal menghilang, pihak keluarga melaporkan kasus ini ke perangkat desa dan polisi. Berbagai upaya pencarian sudah ditempuh, namun belum membuahkan hasil.

 

“HP-nya tidak bisa dihubungi juga. Kita khawatir sekali. Karena sebelumnya juga tidak ada apa-apa, tidak ada pertengkaran dengan Sumiati anak saya,” imbuh I Luh Sri, ibu Sumiati. {le}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *