Gara-gara Harimau Sumatera, Ismail ditangkap dan Dipenjarakan Dua Tahun

BERITALIVE – smail Sembiring Pelawiyang bekerja sebagai buruh di perkebunan sawit ini terdakwa perdagangan satwa liar yang dilindungi, akhirnya ditangkap dan dipenjarakan selama 2 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (4/1/2018).

Selain itu hukuman penjara, terdakwa juga akan diwajibkan membayar hukuman denda sebesar Rp 100 juta, atau subsider 3 bulan kurungan.

Terdakwa jgua sudah terbukti bahwa sudah sah dan meyakinkan bahwa dia sudah melanggar Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf b pada Undang-undang yang berlaku Nomor 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekositemnya jo pada Peraturan Pemerintah di indonesia Nomor 07 tahun 1999 tentang Pengawetan beberapa Jenis Tumbuhan dan Satwa,” kata Ketua Majelis Hakim, Riana Pohan di Ruang Sidang Cakra VI, PN Medan.

Usai divonis dan hukuman itu, terdakwa ini sebagai pekerja yang merupakan buruh perkebunan tersebut menyatakan bahwa menerima dengan kenyataan. Begitu juga dengan ada nya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sani Sianturi.

Walaupun pada sidang dengan agenda tuntutan, JPU meminta majelis hakim agar menghukun terdakwa selama 3 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Untuk harus diketahui, oleh Ismail Sembiring Pelawi yang merupakan seorang warga Dusun Sumber Waras Desa Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat akan diamankan oleh petugas Patroli PAM di Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser Seksi PTN Wilayah VI Besitang, 27 Agustus 2017, lalu.

kemudian akan dibawa ke Markas Komando SPORC Brigade Macan Tutul di Medan dan untuk dilakukan pemeriksaan.

Penangkapan tersebut itu terjadi setelah petugas menyemar sebagai pembeli kulit Harimau Sumatera yang sudah diawetkan.

Namun, naas bukan mendapatkan uang.

Pria bekerja sebagai buruh perkebunan sawit itu, malah harus berusuhan dengan penegak hukum atas perbuatan yang dilakukannya.

Terdakwa dengan bersama dengan barang bukti yang berupa 1 ekor Harimau Sumatera ini yang sudah mati dan 1 lembar tenda dengan bertulisan Coleman pihak berwarna ungu dengan ada pinggiran berwarna oranye yang digunakan untuk menutupi Harimau yang sudah mati itu,” sebut Sani dalam dakwaannya.

Namun ini merupakan pria yang bekerja sebagai buruh perkebunan sawin yang memiliki seekor harimau sumatera, dan juga akan memakan banyak korban yang di lakukan oleh harimau tersebut, namun seharu nya harimau tersebut tidak boleh di pelihara namun itu seharus nya sudah di lindungi oleh pemerintah.

JM

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *