Gegara Virus Corona, Bisnis Hotel Sudah Tutup Sebanyak 1.500 Di Tanah Air Ini

Berita Live– Bandung– Virus corona benar-benar memukul sektor industri pariwisata. Jumlah hotel yang tutup sementara karena virus corona (COVID-19) semakin hari terus bertambah.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan per hari ini sudah 1.500 hotel di seluruh Indonesia terpaksa tutup karena tak lagi ada tamu.

“Banyak hotel tutup sementara gara-gara pandemi (virus corona) ini sudah mencapai 1.500 hotel,” kata pria yang akrab disapa Tama ini saat rapat kerja dengan Komisi X DPR RI melalui telekonferensi, Senin (6/4/2020).

Lebih rinci, Tama menjelaskan, tingkat hunian hotel di Bali terus turun. Bahkan ada hotel yang tak ada tamu sama sekali.

“Setelah imbauan itu 33-8%, tapi akhir Maret itu sudah sampai 8-0%,” sebutnya.

Selain hotel, Tama menjelaskan bisnis restoran dan rumah makan mengalami penurunan omzet sebesar 70%. Bahkan, semua cabang dari 36 merek makanan dan minuman (food and beverage/F&B) menutup sementara tokonya.

“Penurunan omzet terjadi 70% pada restoran atau rumah makan. Bahkan semua cabang dari 36 brand F&B sudah tutup sementara,” ucapnya.

Lalu, bagaimana nasib pekerja yang terdampak?

Tama menyebut pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak virus corona akan mendapatkan insentif dari pemerintah.

Mulai dari seniman hingga musisi, kata Tama, bakal mendapatkan Kartu Pra Kerja.

“Kami sudah bicara dengan para seniman, dengan para ekraf (ekonomi kreatif) yang berkaitan dengan ini. Memang para pelaku seniman ini sangat terdampak juga, dari musisi, pemain drama, artis, bahkan penari dan lain sebagainya ini mereka sangat terdampak karena banyak mereka tidak bisa melakukan pekerjaannya secara rutin lagi,” kata Tama saat rapat kerja dengan Komisi X DPR RI melalui telekonferensi, Senin (6/4/2020).

Pihaknya pun telah mendata siapa saja yang berhak mendapatkan kartu tersebut. Pihaknya bekerja sama dengan beberapa asosiasi terkait untuk mendapatkan data pekerja.

“Kita telah meminta khusus kepada Federasi Serikat Musisi Indonesia, Persatuan Artis Film Indonesia, Ikatan Manager Artis Indonesia, para produser film, dan lain-lain untuk meminta data pekerja di lingkungan musik, film, seni pertunjukan, musisi yang bekerja di hotel, kafe, kru film dan musik yang kehilangan pendapatannya. Pendataan itu sedang kami lakukan langsung ke asosiasi agar mendapatkan opportunity dari Kartu Pra Kerja tersebut,” sebutnya.

Selain seniman, pihaknya juga akan memberikan Kartu Pra Kerja kepada pegawai hotel dan restoran yang juga terdampak virus corona. Tidak hanya itu, pelaku UMKM juga akan mendapatkan kartu ini.

“Pendataan ini perlu dibersihkan jangan sampai ada tumpang tindih dan itu sudah program kita. Kami dengan Kementerian Koperasi dan UKM terus berusaha meng-cross check semua data-data yang masuk agar tidak terjadi tumpang tindih dan akhirnya dampaknya bisa dirasakan oleh semua orang,” ujarnya.

Namun, belum diketahui berapa pekerja di sektor ini yang akan mendapatkan Kartu Pra Kerja tersebut.
(th)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *