Gerindra Bela Anies Terkait Dengan Rencana Normalisasi, Warga Pinggir Sungai Wajib Dimanusiakan

BERITA LIVE– Jakarta – Gerinda DKI membela Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dinilai kurang serius dan lambat dalam program normalisasi Ciliwung. Gerindra mengatakan, normalisasi tidak mudah karena harus memanusiakan warga yang tinggal di pinggiran sungai.

“Ini bukan soal lambat, jadi orang yang di pinggir sungai harus dimanusiakan, kecuali kita mau pakai tangan besi. Masa zaman begini masih mau tangan besi? Nggaklah. Saya kira secara bertahap makanya jangan diperdebatkan, dilaksanakan. Ini daerah sini normalisasi, oh ini naturalisasi, sudah itu dua-dua dilaksanakan. Jangan mendiskusikan perdebatan,” kata Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik, kepada wartawan, Jumat (3/1/2020).

Pembebasan lahan menjadi masalah soal mandeknya normalisasi Ciliwung. Menurut Taufik tidak mudah untuk melakukan pembebasan lahan. Maka itu, dia akan menginisiasi untuk mendudukkan antara pemerintah pusat denan daerah agar ada solusi soal Ciliwung.

“DPRD akan mengundang duduk bareng nih. Panggil semua ahli, jangan takut, biar saja. Ahli lebih jago dari kita, biar kita lihat konsepnya apa. Nanti kalau perlu kan daerah Jakarta dia kan perlu income, ini soal tata ruang nih, dia perlu income, nanti apa subsidi DKI dari itu gitu loh. Mungkin bisa bebasin bareng lahannya. Bisa begitu didudukan bareng,” kata Taufik.

Sebelumnya, Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP Ida Mahmudah menilai Pemprov DKI lambat untuk membuat pembangunan ibu kota lebih cepat. PDIP meminta Anies untuk fokus meneruskan proyek DKI yang sudah berjalan.

“Waduk sudah ada lahan yang dibeli tapi belum dibangun, saya harap gubernur segera fokus. Jangan fokus yang lain dulu, konsentrasi dulu bangun DKI sesuai programnya dia , Maju Kotanya Bahagia Warganya,” kata Ida.

Soal normalisasi Ciliwung, Anies sempat menyatakan kalau normalisasi bukan satu-satunya jalan untuk mengantisipasi banjir di Jakarta. Menurut dia selain normalisasi, harus ada pengendalian air dari Bogor yang masuk ke Jakarta.

“Jadi, selama air dibiarkan dari selatan masuk ke Jakarta dan tidak ada pengendalian dari Selatan, maka apa pun yang kita lakukan di pesisir termasuk di Jakarta tidak akan bisa mengendalikan airnya,” jelas Anies.

Menurut Anies, Kali Ciliwung sudah dilakukan normalisasi, namun Kampung Melayu tetap banjir pada Maret 2019 sehingga yang terpenting, bagi Anies pengendalian air sebelum masuk ke Jakarta.

“Kita sudah menyaksikan bulan Maret lalu di Kampung Melayu yang sudah dilakukan normalisasi itu pun mengalami banjir ekstrem. Artinya, kuncinya itu ada pada pengendalian air sebelum masuk pada kawasan pesisir,” kata Anies.
(th)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *