Harga Cabai Melejit, Menko Sofyan: Ini Menghantui Kita Setiap Bulan

Harga Cabai Melejit, Menko Sofyan: Ini Menghantui Kita Setiap Bulan

Jakarta -Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada bulan Mei 2015 mencapai 0,50%. Level ini tercatat paling tinggi dalam kurun waktu 6 tahun terakhir. Pada 2008, inflasi Mei sebesar 1,41%.

Menko Perekonomian Sofyan Djalil menuturkan‎, cabai merah memang menjadi pemicu paling besar atas inflasi tersebut. Menurutnya, hal itu adalah masalah lama dan belum ada solusinya.

“Karena cabai itu nggak bisa disimpan lama-lama, penanamannya juga bergantung pada musim. Masalah itu terus menghantui kita setiap bulan,” ujar Sofyan di kantornya, Jakarta, Senin (1/6/2015)

Kenaikan harga cabai merah memang paling besar terjadi di Medan dan Banda Aceh yang masing-masing mengalami kenaikan 95% dan 94%. Di samping itu pemicu inflasinya adalah daging ayam ras, telur ayam dan lainnya.

“Ada bawang merah, daging ayam, telur, dan lainnya,” ujar Sofyan.

Untuk beras, Sofyan menilai cukup terkendali. Meskipun penurunan harga yang terjadi cukup kecil di tengah musim panen yang sedang berlangsung.

“‎Kalau beras, seperti yang kita harapkan itu deflasi walaupun sedikit,” terangnya.

Pemerintah mengamati peringatan yang disampaikan oleh BPS terkait dengan harga gabah kering panen yang sudah mengalami kenaikan 7,83%.

“Kita minta pada Mendag (Menteri Perdagangan) untuk lebih proaktif. Kita akan review lagi minggu ini, apa masalahnya, apa ada pelebaran juga akan terus dinilai secara reguler‎,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *