Hati-Hati! Wajan Anti Lengket Dapat Membuat Penismu Mengecil

BERITA LIVE – Memasak telur menggunakan wajan anti lengket memang sangat menyenangkan karena tidak perlu memakai terlalu banyak minyak untuk membuat telur yang kamu goreng bergerak bebas. Tetapi ternyata dibalik kemudahan yang dikandung itu, terdapat bahaya dari pemakaian wajan anti lengket ini.

Tidak main-main, bahaya yang dikandung oleh wajan anti lengket ini dapat berpengaruh buruk pada area vital yang kamu miliki. Dilansir dari New York Post, sebuah penelitian terbaru menemukan kalau kandungan kimia yang pada umum terdapat pada bahan anti lengket serta pembungkus makanan cepat saji memiliki dampak yang signifikan pada menyusutnya ukuran penis.

Penelitian yang dilakukan di Itali ini menemukan bahwa seseorang yang terpapar senyawa perfluoroalkyl atau yang biasa disebut PFC cenderung mengalami pengecilan penis serta penurunan kualitas sperma dibanding mereka yang tidak. PFC sendiri merupakan senyawa kimia yang pada umum dijumpai di dalam alat makan dan tekstil sebagai penolak air dan minyak.

Berdasar penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism tersebut, pria dewasa lebih mudah menyerap dan mengumpulkan kandungan kimia kepada tubuh mereka. Hal ini berpengaruh pada rentannya mereka mengalami efek yang lebih besar dibanding dengan orang lain.

Peneliti memeriksa 283 siswa SMA di timur laut Italia selama Mei dan Juni 2017, termasuk 212 di antaranya yang terpapar PFC. Peneliti mengumpulkan darah dari partisipan untuk mengukur hormon seksual, memeriksa contoh sperma, dan memeriksa ukuran penis mereka baik dalam panjang, lingkarnya, ukuran anogenital (antara penis dan anus), serta volume testis.

Dari penelitian tersebut, diketahui kalau kandungan kimia ini sangat berpengaruh pada pria. Partisipan yang tak terpapar PFC memiliki ukuran penis yang panjangnya 10cm, sedangkan mereka yang terpapar PFC hanya memiliki penis sepanjang 8,7cm.

Selain itu pada mereka yang tak terpapar PFC, penis yang dimiliki juga lebih tebal. Saat ini, peneliti masih bakal melihat apakah hal ini memiliki pengaruh pada kesuburan pria. (VS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *