Hilangkan Kuman, KNKT Bersihkan Barang Pribadi Korban Lion Air

BERITA LIVE – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membersihkan barang-barang korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Barang-barang itu dibersihkan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Ternyata disatukan dengan regetnya pesawat. Jadi sekarang barang-barang itu sedang dibersihkan,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di atas Kapal KRI Banda Aceh, Selasa (6/11/2018).

Pembersihan barang pribadi korban Lion Air dimaksudkan untuk menghilangkan kuman-kuman yang menempel di barang-barang tersebut.

“Dikasih disinfektan supaya tidak ada bakteri, tidak ada virus sehingga nanti waktu diserahkan kepada keluarganya tidak menimbulkan sesuatu yang membahayakan,” ujar Soerjanto.

Terkait dengan pengembalian barang ke keluarga korban Lion Air, KNKT tengah membahas dengan Basarnas dan DVI.

“Besok kita baru meeting antara KNKT, Basarnas, tim DVI sama pihak operator untuk menentukan tapi sekarang kita sudah minta sejak pagi tadi untuk mulai dibersihkan,” ucap Soerjanto.

Lihat Lokasi Pesawat Jatuh

Tangis keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP yang ikut acara tabur bunga di Kapal KRI Banda Aceh, pecah. Air mata mereka tak terbendung lagi ketika kapal berada tak jauh dari lokasi jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Pantauan Beritalive.com beberapa keluarga yang ikut di Kapal KRI Banda Aceh bahkan tak kuasa berdiri. Kakinya lemas teringat anggota keluarga tercinta. Beberapa petugas dari TNI dan Polri pun membantu mereka untuk berdiri.

Sebagian melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Lainnya berdoa sesuai kepercayaannya.

Petugas juga memperbolehkan mereka berdiri di pinggir kapal dengan penjagaan anggota TNI Angkatan Laut (AL), juga tim psikologi dari Mabes Polri.

Keluarga pun dilayani oleh para pramugari dari Lion Air yang memayungi mereka dari panasnya terik matahari.

Kapal KRI Banda Aceh memutar dua kali di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air. Usai itu, kapal berhenti beberapa menit untuk mempersilakan keluarga melakukan tabur bunga.

“Silakan bapak/ibu apabila ingin melakukan tabur bunga, kami sudah sediakan. Inilah tempat jatuhnya saudara-saudara kita saat itu, persisnya di sebelah kiri kita,” kata Pangkoarmada I Laksda Yudo Margono, Selasa (6/11/2018).

(SD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *