Ibu Yang Menyeret Balita Dengan Mengendarai Sepeda Motor Yang Tidak Dapat Dipidana

BERITALIVE – Santi Kusuma Sari (34), seorang ibu yang telah tega menyeret anaknya yang masih berusia 4 tahun dengan sepeda motor, belum dapat diproses hukum. Polres Klaten yamng masih menunggu hasil observasi yang telah dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr RM Soedjarwadi, Klaten.

Pasalnya, suami dan keluarga yang mengaku kalau Santi yang mengalami gangguan kejiwaan pada saat melakukan perbuatan konyol yang viral di media sosial itu.

Kasatreskrim Polres Klaten AKP Suardi Jumaing mengatakan, sampai sekarang ini pelaku yang juga ibu kandung korban yang masih dapat dilakukan observasi dan pengobatan oleh pihak keluarga. Observasi itu yang membutuhkan waktu selama 14 hari sampai diketahui hasilnya. Kalau telah, hasil observasi itu yang akan diserahkan ke penyidik Polres Klaten.

“Kita masih menunggu hasil observasi samapi 14 hari mendatang. Dari pihak keluarga maupun orang tua yang juga belum ada yang melapor ke polisi. Tugas kita yang memastikan pelaku ini dalam kondisi sehat atau tidak sehat jiwanya. Kita yang juga menunggu pihak yang melapor buat dapat langsung kita tindak lanjuti,” ujar Suardi, Senin (12/2).

Dia yang menerangkan, sekarang ini keluarga yang masih fokus buat pengobatan pelaku maupun korban. Pihaknya juga melakukan pendampingan kepada korban guna pemulihan kesehatan kejiwaan dan fisik korban dengan menggandeng Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA) Surakarta.

“Kondisi fisik korban yang telah diobati, dibawa ke dokter. Kondisi anak masih dalam pendampingan bapak, kakek, nenek dan keluarga lainnya,” tandasnya.

Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarganya yang Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Klaten, dr Heni Rukminto yang mengatakan, pihaknya yang bertugas buat dapat melakukan pendampingan kepada korban dan pelaku. Pihaknya yang telah memperoleh informasi kalau pelaku yang mengalami gangguan jiwa.

Penanganan kondisi fisik, jelas dia yang telah dilakukan, sedangkan untuk yang psikis masih terus dapat dilakukan. Menurutnya, penanganan yang berikutnya yang masih tergantung hasil diagnosa terhadap pelaku. Penanganan selanjutnya, yang akan dapat dilakukan, baik untuk ibu anak, keluarga maupun masyarakat.

“Saya yang mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan justifikasi, intimidasi dan sebagainya. Supaya ibunya nanti yang tidak semakin tersakiti dan kembali ke masyarakat dan keluarga dengan baik,” pungkasnya.

Sebelumnya yang diberitakan, Santi menyeret putrinya yang masih berusia balita dengan sepeda motor. Aksi kejam warga Dusun Balong, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, itu yang telah terekam kamera CCTV dan beredar luas di dunia maya.

Dalam video itu Santi yang melaju dengan sebuah sepeda motor metik, terlihat menggandeng tangan kanan anaknya di sisi kiri sepeda motor. Sementara tangan kanan Santi yang memegang stang gas sepeda motor. Balita itu yang tidak mampu berlari mengikuti laju sepeda motor sang ibu sampai terseret dan mengalami luka di kedua lututnya. (st)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *