Ingin Ingatan Tetap Tajam Pada Usia Tua? Tidur Yang Lama Sejak Muda Kuncinya

BERITA LIVE – Seiring bertambahnya usia teruta,a ketika sudah tua, ingatan bakal semakin memudar dan menghilang. Hal ini rupanya bisa diatasi dan dihindari sedari dini dengan cara yang sangat mudah.

Di ketahu bahwa tidur dalam jumlah yang cukup setiap malam serta selalu ceria setiap hari dapat membantu ingatan mu tetap tajam bahkan setelah tua. Sebuah penelitian tersebut menyatakan bahwa kualitas tidur yang buruk dan perasaan depresi berhubungan dengan menurunnya inagatan seseorang terhadap masa lalu.

hasil temuan ini di publikasikan pada jurnal international , peneliti menemukan hubungan yang sangat kuat antara memori kerja terhadap tiga faktor yang berhubungan dengan kesehatan seperti tidur, usia dan mood depresi.

Memori kerja merupakan bagian dari memori jangka singkat yang disimpan untuk sementara. Bgian ini juga mengatur informasi yang dibutuhkan untuk tugas kognitif seperti belajar, bernalar, dan memahami.

Memori kerja memiliki hubungan penting pada banyak fungsi kognitif tingkat tinggi termasuk kecerdasaan, pemecahan masalah secara kreatif, bahasa dan perencanaan tindakan. Hal ini memainkan peran penting pada bagaiaman kita memproses, emnggunakan atau mengingat informasi.

Penelitian ini menemukan bahwa usia secara negatif berhubungan dengan aspek kualitatif dari memori kerja ini. Hal ini berhubungan dengan seberapa kuat dan akuratnya memori seseorang.

Penenlitian lain telah menghubungkan setiap faktor ini secara terpisah terhdap fungisi memori kerja secara keseluruhan. Hasil penelitian ini yang melihat bagaimana faktor ini dihubungkan dengan kualitas dan kuantitas memori, merupakan riset pertama mengenai hal ini.

Ketiga faktor ini saling berhubungan. Sebagai contoh, manula lebih cenderung mengalami mood negatif dibanding pada orang dewasa yang lebih muda. Kualitas tidur yang buruk ini sering dihubungkan dengan mood depresi.

Peneliti melakukan dua penelitian untuk menghasilkan temuan ini. Pada peneliti pertama, mereka menggunakan 110 mahasiswa yang melaporkan kualitas tidur yang dimilki, perasaan depresi, serta hubungan mandiri mereka terhadap pengukuran eskpermental memori kerja.

Pada penelitian kedua, peneliti menggunakan 31 partisipan dengan rentang usia dan 21 hingga 77 tahun. Peneliti mengenai usia dan hubunganya terdapat memori kerja.

Ketiga faktor memori kerja ini berkontribusi terhdap memudarnya ingatan seseorang. Walau begitu, terdapat cara berbeda dan mungkin menghasilkan mekanisme yang mandiri pada otak.

{CR}

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *