Ini Cara Dari Penghuni Untuk Meningkatkan Pengawasan Dan Keamanan Di Apartemen

 

BERITA LIVE – Pengelola dan penghuni Apartemen Kalibata City meningkatkan pengawasan menyusul terungkapnya praktik prostitusi di sana. Salah satu caranya yaitu dengan menambah Tenant Safety Officer (TSO). Saat ini, di setiap tower apartemen Kalibata City terdapat dua TSO.

Dewan Pembina Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Apartemen Kalibata City, Musdalifah mengatakan, rencananya TSO ini akan ditambah menjadi lima orang di setiap tower.

“TSO ini adalah penghuni apartemen sendiri dan tidak dibayar, tapi ini dilakukan secara sukarela demi kenyamanan dan keamanan bersama,” katanya dikutip dari Antara, Senin ()9/4).

Keberadaan TSO ini, lanjut Musdalifah, untuk melengkapi fungsi pengawasan di apartemen. Sebab penghuni merupakan orang yang mengetahui suasana di lingkungannya sendiri. “Sekuriti tidak akan tahu atau bisa menilai jika ada wanita yang sudah ‘dipesan’ dan masuk wilayah sini, bisa saja saat masuk penampilannya sopan,” katanya.

Jadi menurut dia, penggantian badan pengelola tidak menjamin menghilangkan praktik prostitusi secara seketika. Dia justru menduga ada kepentingan tertentu dari upaya penggantian pengelola ini.

“Saya sudah tinggal lama di sini dan pengelolaannya sangat baik, itu juga diakui oleh mayoritas penghuni di sini. Yang kami khawatirkan adalah segelintir orang yang minta pergantian ini punya maksud tertentu dengan mendorong isu prostitusi ini ke arah lainnya,”ujarnya.

Dia menilai, permintaan pergantian pengelola tersebut sebagai hal yang berlebihan dan justru dapat membuat suasana tidak kondusif.

Musdalifah mengatakan, permasalahan utama munculnya kasus prostitusi bukan berasal dari pengelola, melainkan dari agen properti nakal yang menyewakan unit apartemen secara harian. Padahal sudah sejak lama pengelola dengan tegas melarang agen properti menyewakan unit apartemen secara harian.

“Karena prostitusi itu muncul dari sewa-sewa harian itu. Pihak kepolisian juga sudah menyatakan bahwa pelaku sendiri berasal dari luar kawasan apartemen. Jadi kalau sewa harian itu bisa berasumsikan apartemen ini layaknya hotel,” katanya.

Musdalifah mengakui, dalam melakukan pengawasan memang tidak bisa seluruhnya dibebankan kepada petugas sekuriti maupun badan pengelola. Para penghuni pun sebenarnya memiliki petugas sendiri dalam mengawasi lingkungan, yakni Tenant Safety Officer (TSO) tersebut.

Hal senada diungkapkan Kanis, yang merupakan penghuni Tower Flamboyan apartemen Kalibata City. Menurut Kanis, kelompok yang meminta pergantian pengelola dan mengatasnamakan penghuni tersebut justru tidak pernah aktif di lingkungannya. “Mereka baru banyak bicara ketika terjadi kasus-kasus. Seharusnya warga yang baik mendorong Kalibata ini ke arah yang baik juga, ini justru sebaliknya,” katanya.

Kanis mengatakan, selama 10 tahun terakhir dia tinggal di Kalibata City, pengelolaan yang dilakukan sangat profesional dan mengutamakan kenyamanan penghuni Kalibata City. “Kalau pengelola itu korup atau tidak becus, baru kita dukung untuk diganti. Tapi saya lihat selama ini bagus,” katanya.

Menurut Kanis, kelompok yang mengatasnamakan penghuni tersebut memang tidak pernah kehabisan akal untuk berusaha menguasai Kalibata City.

Dia mengungkapkan mereka mengajak para penghuni untuk berdemo terkait pengelolaan apartemen, namun demo tersebut tidak terealisasi lantaran tidak ada massa yang mau ikut. Sebelumnya mereka juga pernah melayangkan gugatan ke pengadilan terkait layanan air dan listrik yang sampai saat ini belum terbukti kebenarannya. [KS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *