Inilah Peran Tyas, Salah Satu Pembunuh Sopir Go-Car Yang Sudah Menyerahkan Diri Ke Polisi

Berita Live – Palembang – Tyas Driyantama (19), salah satu mahasiswa pembunuh sopir Go-Car di Palembang, akhirnya menyerahkan diri. Seperti apa peran Tyas hingga merasa ketakutan dan menyerah saat diburu polisi?

Tyas merupakan satu dari empat pelaku pembunuhan Try Widyantoro (44), sopir Go-Car yang hilang pada 15 Februari lalu dan ditemukan tinggal tulang. Sebagai seorang mahasiswa, Tyas ternyata ikut mengatur strategi sebelum beraksi dan mengambil bagian saat pembunuhan.

“Tyas itu yang pegang tangan si korban di dalam mobil saat pelaku Poiman mau jerat leher korban pakai tali. Sedangkan Bayu memegang bagian kaki dan tubuh lain bersama pelaku HS, yang masih jadi buronan kami. Ini memang sudah mereka rencanakan dengan bagi tugas dari awal,” kata Kasubdit III Jatantas Dit Reskrimum Polda Sumsel, AKBP Erlin Tangjaya, Minggu (01/4/2018).

Dikatakan Erlin, saat dijerat memakai tali di dalam mobil. Korban masih sempat melakukan perlawanan dan terus saja memberontak. Bahkan perlwanan itu terjadi hampir 30 menit di dalam mobil Avanza milik korban.

Sebelum menyerah dan akhirnya tewas, korban diketahui telah memohon pada para pelaku untuk dibebaskan. Namun permintaan tidak dihiraukan oleh empat sekawan ini, sampai akhirnya korban pun menyerah dan meregang nyawa.

“Yang jelas semua pelaku sangat-sangat menyesali perbuatanya. Termasuk Tyas yang mengakui perbuatannya dan terus merasa ketakutan ketika melihat berita. Apalagi ada temannya yang mati karena melawan saat akan ditangkap,” kata Erlin lagi.

Setelah membuang jasad korban di tepi sungai Musi, Mura Sungsang, Banyuasin. Keempat pelaku sempat berkumpul, lalu mereka pulang ke rumah masing-masing yang ada di Desa Lalan, Musi Banyuasin.

Sejak menjadi buronan polisi, mereka pun saling menyelamatkan diri dan tidak lagi saling berkomunikasi. Namun tetap memantau media dan media sosial yang membahas terkait kasus Tri Widyantoro.

Kepada polisi, Tyas hanya memastikan bahwa HS yang saat ini menjadi buronan polisi masih sempat pulang ke rumahnya di Desa Lalan. Tapi Tyas tidak tahu lagi dimana keberadaan tamannya HS yang saat ini menjadi target pengejaran polisi.

“Kata Tyas dia sudah lama tidak ada lagi komunikasi dengan HS. Tetapi dengan menyerahnya Tyas kemarin malam, itu artinya kami hanya tinggal fokus kejar HS saja. Sesuai perintah Kapolda, Sikat,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tri Widyantoro menjadi korban perampokan dan pembunuhan saat menerima orderan Go-Car pada 15 Februari lalu. Hampir 2 bulan keberadaanya tidak diketahui oleh pihak keluarga maupun polisi.

Sampai akhirnya tim dari Unit I Subdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumsel berhasil menangkap Bayu Irwansyah dan Poiman pada Kamis (29/3) sekitar pukul 23.30 WIB. Bahkan Poniman tewas ditembak polisi karena berusaha kabur saat akan ditangkap.

Selanjutnya, dari hasil pengembangan itu polisi dan tim forensik RS Bhayangkara Palembang langsung mengevakuasi 16 buah tulang milik korban pada Jumat (30/3) sekitar pukul 16.30 WIB. Tulang itu pun diduga sudah tidak utuh lagi.
(th)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *