Kemenhub Pastikan ‘Kapal Hantu’ Kandas di Myanmar Dibeli Singapura

BERITA LIVE-Jakarta – Kementerian Perhubungan memastikan kapal general cargo KM. Samratulangi PB 1600 yang terdampar di Teluk Martaban, Yangon Myanmar sudah dijual ke perusahaan pelayaran di Singapura.

“History kepemilikan kapal tersebut cukup panjang. Dulunya Kapal tersebut milik PT. Djakarta Lloyd (Persero) sebelum dijual melalui mekanisme pelelangan ke PT. Mandara Putra Bajatama pada bulan Mei 2018 dan selanjutnya PT. Mandara Putra Bajatama menjualnya kepada perusahaan pelayaran Singapura, Smit Salvage Company,” ujar Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Dwi Budi Sutrisno dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/9/2018).

Dwi Budi mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan, Smit Salvage Company mengakui kepemilikan kapal tersebut. Kapal yang dijuluki ‘kapal hantu’ itu rencananya dibawa ke Bangladesh untuk ditutuh (scrap).

NM”Jadi kapal yang dibuat tahun 1998 tersebut ditarik oleh kapal tunda menuju ke Bangladesh untuk discrap. Pada saat pelayarannya, cuaca buruk sehingga kapal tersebut lepas dan terdampar yang pada akhirnya ditemukan oleh otoritas pelayaran Myanmar,” ujar Dwi Budi.

Kapal tersebut dijual PT. Djakarta Lloyd dalam kondisi rusak berat dan non produktif dengan persetujuan Kementerian BUMN untuk penghapusan dan pemindahtanganan aset tetap PT. Djakarta Lloyd tersebut pada Desember 2017 .

Sedangkan kapal yang menggandeng Kapal KM. Samratulangi menuju Bangladesh adalah kapal tunda TB Independence berbendera Malaysia.

“Izinnya seperti pada umumnya sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku, dan nanti bila di luar negeri kapalnya mau dijual ya boleh saja setelah itu pemilik kapal dapat mengajukan ganti bendera ke negara yang dituju dan penghapusan dari Indonesia atau bila akan di scrap cukup dilakukan penghapusan oleh Indonesia,” papar Dwi Budi.

Kapal kargo tanpa awak dan tanpa muatan itu ditemukan terombang-ambing di perairan Teluk Martaban, yang berjarak 11 kilometer dari pantai Yangon, Myanmar. Pada Kamis (30/8) waktu setempat, kapal itu kandas di pantai Yangon.

Data radar Angkatan Laut Myanmar menunjukkan pergerakan dua kapal di perairan itu pada Minggu (26/8) dan Senin (27/8) waktu setempat, di area perairan Yangon dan Sungai Sittaung, yang mengarah ke Teluk Martaban. Berdasarkan temuan ini, Angkatan Laut Myanmar menyisir lautan untuk mencari kapal kedua yang sempat terdeteksi radar militer itu.

(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *