Kementerian Susi Target Produksi Udang Tahun Ini Naik 32%, Jadi 785.900 Ton

Kementerian Susi Target Produksi Udang Tahun Ini Naik 32%, Jadi 785.900 Ton

Jakarta -Pengembangan usaha budidaya udang menjadi salah satu misi Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dipimpin Susi Pudjiastuti. Susi mentargetkan tahun ini produksi udang bisa meningkat hingga 32% dibandingkan tahun lalu menjadi lebih dari 785.000 ton.

“Dalam kurun lima tahun terakhir, produksi udang nasional meningkat cukup signifikan yaitu 13,9 % per tahun. Dengan melihat potensi lahan dan potensi pengembangan serta teknologi yang sudah kita miliki, produksi udang nasional tahun 2015 ditargetkan sebesar 785.900 ton, atau meningkat sekitar 32% dari produksi udang tahun 2014 592.000,” ungkap Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjaktoā€ˇ dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/6/2015).

Upaya untuk meningkatkan produksi udang nasional dinilainya memberikan dampak ekonomi cukup baik. Selain itu cara tersebut dilakukan sekaligus memberdayakan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir yang memiliki potensi untuk pengembangan lahan budidaya udang.

Sedangkan untuk merealisasikan target tersebut, KKP tetap mengarahkan bidikan produksi udang seperti di Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

“Wilayah Kabupaten Mamuju Utara memiliki potensi pengembangan usaha budidaya udang. Lahan di wilayah ini cukup bagus untuk melakukan usaha budidaya dengan sistem tradisional plus, sehingga memberikan lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat,” tuturnya.

Mamuju Utara memiliki potensi lahan seluas 13.000 hektar. Apabila dikembangkan secara optimal dan ramah lingkungan, per hektarnya dapat dihasilkan kurang lebih 2 ton udang dengan ukuran (size) 60 per musim tanam atau 6 ton per tahun.

“Ini akan mendukung produksi udang nasional,” tambahnya.

Saat ini fokus diarahkan juga pada pemanfaatkan lahan-lahan tambak idle atau revitalisasi lahan yang sudah ada. Lalu budidaya udang di Mamuju Utara saat ini menggunakan teknologi tradisional plus.

“Budidaya udang tradisional plus sudah cukup untuk meningkatkan pendapatan para petambak kurang lebih bisa mencapai Rp 360 juta per hektar per tahun, yang diperoleh dari penebaran benih 150 ribu ekor per hektar. Hasil ini cukup menggembirakan,” paparnya.

Ke depan, usaha budidaya udang di Kabupaten Mamuju Utara ini juga akan diarahkan ke Good Aquaculture Practices (GAP). Sehingga tujuannya adalah menghasilkan udang yang berkualitas.

“Peningkatan kualitas produksi perlu dilakukan, terlebih dalam menghadapi persaingan dan tantangan pasar bebas, baik regional maupun global. GAP atau Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) akan mendorong peningkatan efisiensi dan kemandirian. Selain itu juga akan memberikan nilai tambah pada produk yang dihasilkan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *