Kisah Polisi yang Punya Pekerjaan Lain, Jadi Pemulung Hingga Tambal Ban

BERITA LIVE-

Di beberapa wilayah terdapat polisi yang bisa menjadi teladan. Kisah-kisah mereka sungguh menginspirasi. Contohnya polisi-polisi ini tak malu mencari pekerjaan lain untuk menambah penghasilnya. Pekerjaan ini dilakukan usai mereka menjalankan kewajibannya sebagai abdi negara.

Berikut kisah-kisah polisi yang memiliki pekerjaan tambahan:

Jadi Tukang Angkut Sampah

Hasil gambar untuk Aiptu Trisih Setyono

Selain pekerjaannya menjadi Polisi, Aiptu Trisih Setyono memiliki pekerjaan sampingan yakni menjadi tukang angkut sampah. Trisih bercerita hal ini sudah dilakukan sejak tahun 2016. Dia menggunakan waktu lepas dinasnya dengan mengambil sampah warga, Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung dan membuangnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pagerwojo.

Semua berawal saat, dia risih lantaran banyak sampah berserakan di wilayahnya. Beberapa lokasi di Desa Gandang seperti di area Jembatan Sungai Gondang, Jembatan Kalitelu dan Jembatan Kedung Gudel sempat dijadikan warga tempat pembuangan sampah liar. “Mengambil sampah ini biasanya saya lakukan tiga hari sekali selepas jam dinas,” ujar Trisih di Tulungagung, Selasa, 10 April 2018 lalu.

Jadi Pemulung

Bripka Seladi selain menjadi polisi, menjadi pemulung untuk menambah mata pencahariannya. Pekerjaan sampingan sebagai pemulung ini mulai dilakukan oleh Seladi sejak tahun 2006. Ketika itu dia melihat sampah yang menumpuk di Polresta Malang. Suatu saat, dia datang ke pengepul rongsokan dengan membawa sampah itu yang ternyata laku dijual.

“Ini rezeki, kenapa harus dibuang-buang. Sampingan saja, satu jam atau dua jam waktu luang saya manfaatkan untuk kegiatan ini,” kata Seladi. Seladi mengumpulkan sampah walaupun hanya di lingkungan Polresta Malang. Baru setelah itu dia akhirnya berkeliling kota untuk menengok setiap bak sampah, barangkali menemukan barang yang masih dapat digunakan. Kegiatan itu biasanya dilakukannya di luar jam tugas yaitu pada malam hari.

Menjadi Penambal Ban

Selanjutnya ada, Aiptu Mustamin yang mencari penghasilan tambahan dengan menjadi tambal ban. Pekerjaan ini dilakukan Mustamin selepas tugas.

“Saya kerja jadi tukang tambal kalau lepas tugas, dan benar-benar tidak ada tugas dari kantor atau perintah dari komandan. Sehingga kedua profesi ini tidak saling mengganggu,” kata Mustamin yang bertugas di satuan Sabhara penjagaan objek vital, Kapolsek Ujung Pandang, Sulawesi Selatan.

(SL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *