Kota Ini Tercatat Sebagai Penerima Panggilan Telepon Terlama

Berita Live – Orang-orang di Liverpool memiliki panggilan telepon seluler yang paling lama daripada penduduk sembilan kota besar di Inggris lainnya, menurut survei Ofcom.

Dalam survei itu, rata-rata penduduk kota itu menghabiskan 6 menit dan 51 detik untuk satu panggilan di ponselnya. Ini lebih dari 40% lebih lama dari London, yang berada di urutan kedua dalam hasil survei.

Selain itu, penduduk di Bradford memiliki percakapan terpendek pada tiga menit dan 15 detik.

Mengutip dari BBC, Sabtu (12/10/2019), data untuk survei ini dikumpulkan dari 150.000 pengguna ponsel antara 1 Januari dan 31 Maret tahun ini.

Survei ini tidak mempertimbangkan panggilan yang dilakukan melalui aplikasi Skype atau WhatsApp dan aplikasi lain yang serupa.

Penelitian ini juga menemukan bahwa orang-orang yang menggunakan ponsel mereka untuk layanan online sebagian besar menggunakan WiFi. Layanan data seluler seperti 3G dan 4G digunakan kurang dari sepertiga kegiatan tersebut.

Analisis oleh Citizens Advice awal tahun ini menemukan, 71% pelanggan membayar data yang tidak mereka gunakan seharga £ 800 juta atau 17 ribu rupiah per tahun.

Meningkat dari Beberapa Tahun.

Data oleh Citizens Advice menunjukkan bahwa total jumlah menit yang dihabiskan untuk panggilan seluler meningkat dari 132,1 miliar menjadi 148,6 miliar antara 2012 dan 2017.

Namun, data tahun lalu yang dikumpulkan oleh Ofcom mendapatkan jumlah waktu yang dihabiskan untuk panggilan dari ponsel turun untuk pertama kalinya.

Ditemukan juga, orang muda lebih suka layanan pesan daripada panggilan suara dan layanan seperti WhatsApp atau Facebook Messenger, yang menjadi alternatif populer untuk menelpon.

Beberapa Tempat Masih Susah Sinyal

Seorang regulator mengatakan, sementara 92% orang mendapatkan penerimaan ponsel dasar di rumah mereka dari keempat jaringan, beberapa orang masih ‘kesulitan’ untuk mendapatkan sinyal yang baik.

“Sampai pemerintah menerbitkan rencana untuk mencapai komitmennya saat ini, Inggris akan terus tertinggal dan kekurangan konektivitas seluler dan broadband yang sangat dibutuhkannya,” kata Caroline Normand, direktur advokasi.

Pemerintah Inggris telah berkomitmen untuk meningkatkan cakupan seluler menjadi 95% pada akhir tahun 2022. (CP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *