Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya, Perpaduan Agama Islam dan Budaya Tionghoa

BERITALIVE – Masjid merupakan salah satu tempat ibadah bagi umat yang beragama Islam yang biasanya berbentuk seperti kubah pada atapnya.

Namun, apa yang akan terjadi kalau bangunan masjid berbentuk seperti kelenteng?

Setidaknya memang begitulah bentuk dari Masjid Muhammad Cheng Ho yang ada di Surabaya.

Masjid Muhammad Cheng Ho

Kalau kita lihat sekilas dari luar, pada bangunan ini akan terlihat seperti kelenteng.

Berwarna merah dan hijau dengan sedikit warna kuning keemasan, bangunan ini ternyata adalah masjid.

Masjid yang bernama Masjid Muhammad Cheng Ho yang ada do Surabaya ini dibangun hanya dalam waktu 7 bulan dan sudah diresmikan pada tanggal 12 Oktober 2018.

Selain di Surabaya, sebenarnya ada beberapa masjid lagi yang juga dibangun seperti kelenteng.

Masjid-masjid itu tentu akan diberi nama sesuai dengan nama Laksamana Cheng Ho.

Cheng Ho sendiri merupakan salah seorang laksamana asal Tiongkok yang beragama Islam.

Cheng Ho sangat ahli dalam berdagang, lo.

Nah, saat sedang berdagang itulah, Laksamana Cheng Ho juga akan menyebarkan agama Islam di berbagai daerah Asia Tenggara, termasuk salah satu Indonesia.

Laksamana Cheng Ho datang ke Indonesia sekitar tahun 1416.

Saat itu, ia bersama pasukannya mendarat di Pantai Simongan, Semarang.

Mereka mengunjungi Kerajaan Majapahit dan juga ada menyebarkan agama Islam.

Perpaduan Islam dan Tionghoa

Pintu masuk dalam masjid ini juga seperti bangunan pagoda yang dilengkapi dengan relief naga dan patung singa dari lilin.

Namun yang membuat masjid ini juga terlihat seperti masjid adalah yang terdapat sebuah tulisan Allah dalam huruf Arab pada puncak pagoda.

Ada juga beduk yang diletakkan di sebelah kiri masjid.

Masjid ini dengan panjang 11 meter dan lebarnya mencapai 9 meter dengan 8 sisi di bagian atas bangunan utama.

Memang masjid ini tidak begitu besar dan hanya bisa menampung 200 umat saja, tapi justru hal yang unik adalah angka-angkanya.

Angka 11 merupkan ukuran Ka’bah saat baru dibangun, angka 9 melambangkan sebagai Wali Songo.

Sedangkan angka 8 ini akan melambangkan Pat Kwa atau keberuntungan dalam budaya Tionghoa.

JM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *