Memahami peta konflik Suriah yang sebenarnya

memahami-peta-konflik-suriah-yang-sebenarnya-laporan-dari-suriah

Berita live.com – Pada mulanya adalah musim semi Arab. Agenda Amerika Serikat untuk menjejalkan demokrasi versi mereka di kawasan paling bergolak di muka bumi: Timur Tengah.

Awalnya dari Tunisia lalu merembet ke Libya, Irak, Mesir. Dan kini dicoba ke Suriah. Apa yang terjadi kini adalah konflik tak berkesudahan sejak lima tahun lalu.

Februari 2011 di Kota Daraa, sebelah barat daya Suriah. Serangkaian poster bertuliskan ‘Giliranmu, doktor’ di dinding sekolah di kota itu menjadi pemantik konflik Suriah.

Yang dimaksud ‘doktor’ dalam kata-kata itu adalah Presiden Basyar al-Assad. Beberapa pekan sebelumnya, Presiden Tunisia Ben Ali dan Presiden Mesir Husni Mubarak dilengserkan lewat gelombang unjuk rasa besar-besaran rakyatnya. Kata-kata ‘giliranmu, doktor’ berarti Assad juga akan digulingkan.

Duta Besar Indonesia untuk Suriah Djoko Harjanto menyampaikan soal awal mula terjadinya konflik Suriah itu saat ditemui merdeka.com di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Damaskus.

Penduduk Suriah mayoritas adalah penganut Islam Sunni yakni 59,1 persen, kemudian
11,8 persen adalah suku Alawite lalu Kurdi 8,9 persen. Assad adalah keturunan suku Alawite, kelompok minoritas di Suriah. Dia naik ke tampuk kekuasaan dari golongan minoritas, menggantikan ayahnya Hafez Assad.

Menurut Dubes Djoko, perang di Suriah saat ini tidak bisa dikomando hukum internasional karena begitu banyak faksi yang terlibat.

Begitu pula yang dikatakan Menteri Penerangan Suriah Omran Ahed al-Zouabi pekan lalu di Damaskus.

“Suriah saat ini terkena serangan teroris dipimpin oleh ISIS, Jabal Nusra, Jais Islam, Jais Fatah, dan banyak lagi nama-nama yang masih bersangkutan dengan Al Qaidah,” kata dia saat ditemui di kantornya.

Pemikiran Jais Islam mirip Al Qaidah dan Jabal Nusra adalah sempalan dari Al Qaidah.

“Kelompok-kelompok ini didukung langsung oleh Arab Saudi, Turki, dan Qatar kemudian persenjataan didukung langsung oleh pemerintah AS.”

Para teroris kemudian datang dari negara lain lewat Turki. Dari Maroko, Tunisia, Somalia, Arab Saudi, Kuwait Qatar, Yaman, Afganistan, Kanada, Inggris, Amerika, China, dan sebagian dari Asia Tengah, Asia Tenggara. Tercatat mereka berasal dari lebih 80 negara. Pasokan senjata masuk dari berbagai pintu.

“Kami yakin kekuatan ISIS tidak akan besar kecuali atas bantuan negara-negara yang sudah kami ketahui,” lanjut dia.

Dengan kata lain, ISIS teorinya diserang AS tapi di lapangan mereka dibantu.

“Pekan lalu presiden Qatar bilang dia bertanggung jawab atas konflik di Suriah dan masuknya Saudi sebagai pemain kedua. Ini merusak hubungan selama ini.”

Di mana peran Israel? Negeri Bintang Daud itu, kata Dubes Djoko, ingin perbatasannya aman.

“Jadi dia ingin Suriah lemah,” kata Djoko. “Kalau Assad jatuh, apakah ada jaminan situasi akan lebih aman? Lihat di Irak dan Libya, yang ada kemudian kekacauan.” Jangan dianggap demokrasi itu yang terbaik. Ukurannya lain-lain. Kalau seandainya Saudi menerapkan demokrasi maka artinya kiamat.

Rusia sobat lama Suriah

Rusia saat ini menjadi sekutu terdekat Suriah, bersama dengan Iran dan China.

“Hubungan Suriah dan Rusia adalah hubungan lama sejak sekitar seratus tahun lalu,” kata Omran Ahed al-Zouabi.

Pada 1920-an Partai Baath yang kini berkuasa di Suriah menjalin hubungan dengan partai di Rusia.

Hingga kini Suriah dan Rusia menjalin hubungan harmonis di semua bidang. Keberadaan pasukan Rusia atas persetujuan pemerintah Suriah.

Karena itu wajar jika pemerintah Suriah berpaling ke Rusia dan sejak konflik meletus, Suriah tidak pernah lepas dari Rusia.

“Rusia tidak aka meninggalkan Suriah dan kita yakin hal itu,” ujar al-Zouabi.

Konflik di Suriah hingga kini masih berlangsung. Perundingan di Jenewa, Swiss yang gagal membuat konflik ini makin berlarut-larut. Berbagai pihak masih punya kepentingan.

Padahal resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun lalu sudah menyatakan nasib Suriah harus ditentukan oleh rakyat Suriah sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *