Mengapa Meredakan Pedas Identik Dengan Minum Susu?

BERITALIVE-

Sering sekali kita melihat banyak anak-anak yang mengalami kepedasan saat makan makanan yang pedas. Saat makan makanan pedas umumnya lidah akan terasa terbakar.

Sensasi pedas saat makan cabai atau makanan pedas ini muncul karena reaksi di lidah, lo. Lalu bagaimana susu bisa meredakannya, ya?

Sensasi Pedas di Mulut

Sudah tahukah anda bahwa pedas bukan termasuk kedalam rasa, lidah kita bisa mendeteksi rasa manis, asin, pahit, asam, dan umami.

Pedas adalah sensasi terbakar yang terjadi karena ada zat yang mengaktifkan sel saraf sensorik di lidah. Cabai mengandung komponen aktif yang disebut dengan kapsaisin.

Zat kapsaisin ini kemudian terikat dengan sel saraf polymodal nociceptor. Sel saraf ini aktif saat menerima panas yang berlebihan.

Kapsaisin yang mengikat sel saraf inilah yang menjadi penyebab kita merasakan sensasi kepedasan. Sensasi pedas di mulut terasa seperti terbakar karena otak mengira ada “kebakaran” di bagian tubuh.

Saat sel saraf yang menerima panas ini aktif, tubuh kita mengira ada sumber panas yang berbahaya. Makanya tubuh kita bereaksi seperti mengeluarkan keringat dan jantung berdetak lebih cepat.

Susu Bisa Meredakan Sensasi Pedas

Struktur kimia kapsiasin memiliki ekor hidrokarbon.

Ekor hidrokarbon ini bisa dilarutkan dengan senyawa yang berminyak atau licin. Namun, ekor hidrokarbon tidak bisa dilarutkan dengan air. Ini sama seperti ketika kita berusaha menghilangkan noda minyak di piring. Untuk bisa menghilangkannya, kita memerlkan bantuan sabun yang licin.

Susu dari mamalia seperti susu sapi mengandung protein kasein, yang memiliki sifat lipofilik. Lipofilik adalah senyawa organik yang lebih menyukai lemak dibandingkan air.

Makanya, ia bisa bertindak sebagai bahan yang membersihkan kapsiasin.
Inilah mengapa susu bisa membantu meredakan sensasi pedas yang muncul dari kapsiasin yang bereaksi dengan sel saraf penerima di lidah. Susu yang berasal dari tumbuhan seperti susu kedelai atau susu almond tidak bisa meredakan sensasi pedas.

Ini karena susu dari tanaman tidak mengandung kasesin.

(SL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *