Mengenal Perilaku Gorila dan Cara Menghadapinya

f5cc26b7-a4f8-4c05-b0be-f4eae1bc381e_169

BERITA LIVE – Insiden anak jatuh di kandang gorila di Kebun Binatang Cincinnati, Amerika Serikat, membuat banyak pihak bertanya: bagaimana sebetulnya reaksi hewan tersebut bila bertemu manusia? Agresif atau malah jadi penyayang?

detikcom menemui seorang perawat gorila di Taman Margasatwa Ragunan bernama Dwi Suprihadi. Dia sudah jadi perawat sejak tahun 1992 dan mulai mengurusi gorila sejak tahun 2006 lalu. Dwi mengurusi tiga gorila di Ragunan, mereka bernama Kihi, Kumbo dan Komu.

Gorila hampir sama seperti binatang lain. Mereka ditempatkan di habitatnya. Kalau ada pengunjung mereka tidak menghiraukan asal tidak mengganggu,” kata Dwi saat ditemui di Ragunan,

Setiap hari, Dwi memberi pakan tiga gorila itu lima kali, mulai dari pukul 07.30 WIB sarapan buah-buahan dan kacang, lalu berturut-turut pukul 09.00 WIB, pukul 12.00 WIB, pukul 15.00 WIB dan pukul 16.00 WIB.

Kapan gorila marah? Dwi menjelaskan, sama seperti manusia, gorila marah bila diganggu. Gorila sangat tidak suka dengan suara bising. Karena itu, dia mengimbau agar para pengunjung tidak berteriak-teriak di kandang gorila.

“Biasanya kalau ada yang mengganggu seperti di kandang besi mereka akan menghantam besi itu. Kalau tidak mereka enjoy aja,” paparnya.

Selama merawat gorila, Dwi mengaku belum pernah mengalami insiden tertentu. Pengalamannya selama ini mengurusi singa, beruang madu sampai harimau, bila memang diberi kasih sayang, hewan-hewan buas itu akan balik menyayangi kita.

“Balasannya seperti perlakuan kita. Kalau kita marah mereka juga marah,” paparnya

Ragunan saat musim liburan bisa didatangi oleh puluhan sampai ratusan ribu pengunjung. Apalagi saat musim libur lebaran. Nah, Dwi pun mengingatkan agar para pengunjung tidak mengganggu gorila. Jangan sampai hewan unik dan terancam punah itu marah sampai memukul besi. Dia juga mengingatkan orang tua agar selalu menjaga anaknya.

“Kalau pengunjung banyak atau hari libur kita beri makanan-makanan kecil lah. Untuk mengalihkan perhatian dia. Jadi kita sebar, biasanya kalo hari-hari merah kita kasih makanan aja,” paparnya.

Sejauh ini, ada dua kasus anak masuk kandang gorila. Pada tahun 1996, seorang bocah jatuh ke kandang gorila namun ‘diselamatkan’ oleh gorila betina. Berbeda dengan itu, di Cincinnati, gorilanya cukup agresif terhadap anak yang masuk ke kandang sampai akhirnya gorila itu ditembak mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *