Menteri Susi Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan Vietnam, Perangi Ilegal Fishing

BERITA LIVE – Kementerian Kelautan dan Perikanan merilis video penenggelaman kapal asing pencuri ikan di Kalimantan Barat.

Menteri Susi Pudjiastuti memantau langsung penenggelaman kapal asing pelaku illegal fishing yang dimulai sejak hari ini, Sabtu (4/5/2019).

Penenggelaman dilakukan secara bertahap mulai hari ini hingga dua minggu ke depan, di saat sudah memasuki Ramadhan.

Sebagaimana dikutip dari twitter KKP, pagi tadi Susi bertolak ke Sungai Rengas, Kalimantan Barat, yang dekat lokasi pertama penenggelaman kapal.

Susi dan jajaran dari kejaksaan, pemerintah daerah, maupun petugas KKP setempat memusnahkan barang bukti tindak pidana illegal fishing.

Dikutip dari video yang diunggah KKP di akun Twitter, Susi kembali menegaskan bahwa tak ada toleransi terhadap kapal asing pencuri ikan di teritorial laut Indoneisa.

“Jadi saya mohon semua punya persepsi sama. Kita perangi ilegal fishing. Kalau kita tidak keras mereka akan semakin berani,” kata Susi, dalam sambutannya.

Diketahui, secara total, ada 51 kapal illegal fishing yang telah berkuatan hukum tetap yang akan ditenggelamkan dalam beberapa waktu ke depan.

Sebanyak 51 kapal tersebut terdiri dari 26 kapal berbendera Vietnam, 6 kapal berbendera Malaysia, dua kapal berbendera China, satu kapal berbendera Filipina dan 4 kapal asing berbendera Indonesia.

Kapal-kapal tersebut akan ditenggelamkan di beberapa lokasi di Indonesia. Untuk hari ini, sebanyak 26 kapal Vietnam ditenggelamkan di Pontianak.

Selebihnya, antara lain empat kapal akan ditenggelamkan di Belawan, 12 kapal di Natuna, dan tiga kapal di Merauke.

Hari ini Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan penenggelaman kapal pencuri ikan yang menjarah di perairan Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, jumlah kapal yang ditenggelamkan mencapai 51 unit.

Terdiri dari 26 kapal berbendera Vietnam di Pontianak, 4 kapal di Belawan, 12 kapal di Natuna dan 3 kapal di Merauke. {yl}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *