Misteri Lembaran-lembaran ‘Bukti’ Yang Telah Dibawa Saksi Prabowo-Sandi

BERITA LIVE– Jakarta – Saksi Prabowo-Sandi, Beti Kristiana, mengaku menemukan lembaran di halaman Kecamatan Juwangi, Boyolali. Lembaran itu disebut memuat tanda tangan, hologram KPU, dan dokumen plano.

Beti adalah warga Desa Teras. Dia mengaku menempuh 3 jam ke Kecamatan Juwangi untuk mengetahui pengiriman kotak suara dari kelurahan ke kecamatan. Beti mengaku sebagai relawan kubu 02, namun relawan tanpa nama.

Di halaman Kecamatan Juwangi, Beti menemukan tumpukan lembaran-lembaran amplop, yang disebutnya mencapai empat karung. Dia bertanya kepada sejumlah orang yang ada di wilayah kantor kecamatan. Beti mendapat keterangan bahwa lembaran-lembaran itu adalah sampah.

Meski demikian, Beti mengambil sebagian lembaran-lembaran yang diduga amplop terkait dokumen pemilu itu. Beti juga menyebut orang-orang yang ditanya kemudian mengambil lembaran-lembaran itu.

Lembaran-lembaran itu dibawa Beti ke persidangan hari ini. Namun yang dibawanya adalah lembaran-lembaran yang diduga dokumen untuk Pileg DPR hingga DPRD, tak ada lembaran pilpres.

Rupanya Beti sudah menyerahkan lembaran-lembaran itu ke posko pemenangan Prabowo-Sandi yang ada di Kertanegara. Sementara lembaran yang diduga dokumen pileg dibawa ke persidangan, namun tak didaftarkan sebagai bukti.

Hakim MK bertanya soal bukti yang dibawa itu ke tim kuasa hukum Prabowo-Sandi, rupanya mereka juga tak tahu dan tak mendaftarkan lembaran-lembaran itu. Akhirnya hakim MK Suhartoyo meminta lembaran-lembaran itu diperiksa oleh hakim-hakim MK.

Akhirnya surat suara itu juga diperiksa oleh KPU atas perintah hakim MK. KPU heran dengan lembaran-lembaran itu. Lembaran itu diduga amplop untuk membawa surat suara. Namun amplop ‘bukti’ itu tak ada bekas lem dan juga keterangan soal jumlah surat suara.

KPU juga menyadari tulisan di lembaran-lembaran diduga amplop itu ternyata identik, padahal diduga dari TPS-TPS berbeda. Seharusnya tulisan-tulisan di amplop-amplop itu diisi tulisan tangan, dan karena berasal dari TPS berbeda, ada asumsi seharusnya tulisannya juga berbeda bentuknya.

Pengacara Jokowi-Ma’ruf Amin, Teguh Samudra, berbicara kemungkinan memperkarakan jika keterangan yang diberikan saksi palsu.
(th)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *