Mochi Masih Jadi Makanan Tahun Baru Nomor 1 di Jepang yang Mematikan

BERITALIVE – Mochi kerap sudah dijadikan sebagai simbol salah satu umur yang panjang. Tapi siapa sangka camilan yang rasa manis ini juga bisa sebabkan menjadi sebuah kematian yang mendadak pada malam tahun baru.

Jepang sudah mengenal bahwa tradisi ini juga banyak yang menikmati osechi pada malam tahun baruitu . Osechi yang sudah semakin merujuk pada hidangan yang juga memiliki makna bahasa atau budaya yang akan terkait dengan pada penyambutan malam tahun baru.

Sebagai salah satu contoh, renkon atau akar teratai yang termasuk salah satu osechi karena permukaannya berlubang. Memakan ini juga renkon di malam tahun baru yang akan diharapkan oleh semua seseorang yang bisa memiliki visi jelas soal masa depan yang menguntungkan nantinya.

Karena makanan ini juga sudah sangat terkanal sampai di Indonesia, dan ini juga membuat semua orang menjadi suka dengan makanan jepang salah satunya Mochi.

Namun osechi punya sisi gelap terkait pada mochi atau kue beras yang sudah termasuk di dalamnya. Di Jepang, mochi yang sudah sering dimakan dalam bentuk blok padat yang berisi kacang dan selai, seperti osechi, memiliki tekstur sangat melar.

Kata melar dalam bahasa Jepang yaitu “nobiru” juga bisa berarti “memperpanjang” atau “melanjutkan.” Karenanya makan osechi di malam tahun baru diharapkan bisa membuat seseorang panjang umur dengan hidup yang bahagia.

Ironisnya harapan ini sering kali terbalik karena faktanya mochi kerap sebabkan kematian akibat tekstur kenyalnya. Terutama pada lanjut usia yang sudah tidak bisa mengunyah dengan baik.

Mereka kerap melahap mochi dalam ukuran besar yang berujung pada tersedak. Tiap tahun, sejumlah lanjut usiapun meninggal karena hal ini.

Tahun ini, Tokyo Fire Department sudah melaporkan pada tanggal 1 Januari 2018 pukul 9 malam, ada 15 warga Tokyo yang sduah dilarikan ke rumah sakit karena makan mochi. Rata-rata yang makan mocha ini sudah berumur mereka 55 hingga 90 tahun. Sayangnya dua pria ini , satu berusia 50 tahunan dan satu lagi 80 tahunan, meninggal karena kondisinya yang sudah tidak dapat terselamatkan.

Di Jepang, perayaan tahun baru secara tradisional berlangsung hingga 3 Januari. Artinya masih banyak mochi yang mungkin dimakan. Untuk mencegahnya, Tokyo Fire Department menghimbau lanjut usia untuk memotong mochi kecil-kecil sebelum melahapnya.

Mereka juga diharapkan bisa mengunyah dan menelannya hati-hati. Tokyo Fire Department juga menghimbau pada keluarga lanjut usia untuk mendampingi mereka saat makan mochi dan langsung menghubungi paramedis jika mereka alami kecelakaan usai melahap mochi.

JM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *