Nusron Protes Karena Ga Bisa Masuk Kantor DPP, Begini Respons Wasekjen Golkar

BERITA LIVE– Jakarta – Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I kepengurusan DPP Partai Golkar Nusron Wahid protes kepada Ketum Golkar Airlangga Hartarto karena tidak bisa masuk ke kantor DPP. Nusron mengatakan keinginannya mendatangi DPP Golkar untuk bertanya kepada Airlangga soal rapat pleno partai.

Wakil Sekjen Golkar Maman Abdurrahman menyebut protes tersebut hanya digulirkan Nusron untuk menimbulkan polemik di media. Maman mengatakan seharusnya penyampaian aspirasi tersebut bisa disampaikan saat pertemuan semua anggota Fraksi Golkar DPR RI, Kamis (5/9) kemarin.

“Kemarin kita ada kumpul semua anggota Fraksi di DPR RI termasuk yang baru masuk , dihadiri oleh Nusron dan ada juga Ketua Umum. Kenapa tidak disampaikan pada saat pertemuan kemarin? Kalau menyampaikannya di media tentunya salah alamat dan justru hasil yang ada hanyalah polemik,” kata Maman kepada wartawan Jumat (6/9/2019) malam.

Maman mengatakan keinginan Nusron untuk bertemu Airlangga berlebihan. Menurutnya, penyampaian aspirasi bisa disampaikan melalui telepon seluler.

“Saran saya zaman sudah canggih, teknologi sudah 4.0 , semuanya sudah punya handphone bahkan sudah bisa video call. Jadi kalau memang ada saran tinggal telpon langsung atau datang langsung menemui Ketum,” tuturnya.

Selain itu, Maman menuturkan aspirasi mengenai rapat pleno pilkada sudah pernah disampaikan. Dia menyebut tidak perlu lagi bagi Nusron untuk memaksa bertemu Airlangga.

“Saya pikir aspirasi teman-teman semua terkait evaluasi, rapat bidang dan pleno, persiapan pilkada, persiapan menuju pelantikan DPR RI dan lain-lain sudah direspon dan didengarkan semua. Jadi apa lagi yang mau dituntut?” tuturnya.

Maman mengatakan persiapan untuk Pilkada sudah mulai diagendakan oleh partai. Agenda tersebut, menurut Maman, sudah dilakukan secara rutin.

‘Persiapan agenda-agenda pilkada pun sudah mulai dijalankan dengan melakukan pemetaaan awal kondisi daerah-daerah yang akan melakukan pilkada dan juga agenda persiapan pelantikan. Di sisi lain pun aktivitas konsolidasi dan turun ke provinsi-provinsi terus berjalan karena itu memang agenda rutin ketua umum,” terang Maman.

Sebelumnya, Nusron melayangkan protes kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Nusron bersama rekan-rekannya sesama politikus Golkar mengaku tidak bisa masuk ke kantor DPP.

“Tadi sudah ada sebanyak 143 pengurus dan kader Golkar berusaha untuk datang ke DPP Partai Golkar namun tidak bisa masuk karena dikunci rapat dan dijaga oknum AMPG (Angkatan Pemuda Partai Golkar) saya katakan dan polisi,” kata Nusron Wahid saat konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (4/9).

Menurut Nusron, kejadian sejumlah pengurus Golkar itu tak bisa masuk ke kantor DPP sangat memalukan. Dia sangat menyesalkan kejadian tersebut.

“Ini ada sesuatu yang sangat tragis karena gimana seorang pengurus, bendahara partai yang selama kami bayar listrik maintenance, dan bayar mereka semua tapi nggak bisa masuk ke DPP sendiri. Ini saya kehilangan akal sehat saya ini,” kata Nusron.
(th)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *