Para Pejabat Jateng Akan Tetap Menggunakan Salam Semua Agama

BERITA LIVE– Semarang – Imbauan MUI Jawa Timur soal pengucapan salam masih ramai dibicarakan. Di Jawa Tengah, para pejabatnya akan tetap menyapa dengan salam dari berbagai kepercayaan.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel saat ditanya soal imbauan tersebut mengatakan tidak akan merespons dan memilih menghormati pernyataan tersebut.

“Tidak merespons, saya hargai pernyataan orang,” kata Rycko kepada wartawan di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Selasa (12/11/2019).

Meski demikian, Rycko menjelaskan, sebagai muslim yang taat, sejak kecil ia diajari saling menghormati antar-umat beragama. Saat ia kecil, tetangganya adalah Nasrani dan mereka saling berbagi layaknya keluarga.

“Saya diajari untuk menghormati perbedaan. Tetangga saya Nasrani, sudah seperti keluarga,” ujar Rycko.

“Saya akan tetap ucapkan salam itu,” imbuhnya.

Diwawancarai terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai masih banyak hal yang lebih substantif untuk dibahas. Di Jawa Tengah, ia menyebut tidak ada masalah soal salam.

“Sebenarnya semua itu sama, ucapan selamat, tidak perlu dipertentangkan,” kata Ganjar kemarin.

Hal senada diungkapkan Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji. Ia mengatakan tidak akan mengeluarkan imbauan serupa karena bisa membuat masyarakat bingung.

“Tidak usah (ikut membuat) imbauan, malah nanti masyarakat jadi bingung, sudah, ndak apa-apa,” ujar Ahmad Daroji.

Selain itu, menurutnya, salam bukan merupakan ibadah dan, jika diucapkan oleh pejabat pun, tidak ada masalah karena warganya atau bawahannya tidak hanya muslim.

“Kalau pejabat kan bapaknya orang banyak, maka dia boleh menyebut itu. Kan tidak dianggap ibadah, salam untuk warganya,” pungkasnya.
(th)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *