Penembakan 2 Pengojek di Papua Murni Kriminal, Tak Terkait Pilkada

e3fe8099-e89c-4ef9-a65f-ca6a43ce1942_169

BeritaLive – Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan kasus pembunuhan dua tukang Ojek di Mulia, Puncak Jaya, Papua tidak terkait dengan Pilkada di daerah tersebut. Dua tukang ojek itu sebelumnya tewas ditembak orang tidak dikenal.

“Kasus pembunuhan 2 tukang ojek di Mulia, Puncak Jaya itu tidak berkaitan dengan Pilkada saat ini,” kata Paulus di Wamena, Papua, Selasa (14/2/2017).

Paulus menjelaskan, kasus pembunuhan tersebut dilatarbelakangi adanya warga setempat yang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas, dimana mobil truk yang membawa warga terbalik pada November 2016 lalu dan mengakibatkan 3 orang meninggal dunia. 

Lalu, pihak keluarga korban menuntut pemda setempat untuk membayar ganti rugi. Namun pemerintah belum bisa merealisasikan ganti rugi itu sehingga mereka melampiaskan kemarahan kepada tukang ojek.

“Pelakunya dari kelompok Goliat Tabuni yang merupakan keluarga korban kecelakaan lalu lintas yang balas dendam,” ujarnya.

Saat ini, pihak Kepolisian sudah melakukan penyidikan terhadap pelaku dan terus melakukan pengajaran. Paulus menegaskan kasus ini merupakan murni kriminal.

“Kita sudah melakukan penyidikan dan kasus itu tidak terkait Pilkada yang sedang Berlangsung,” tuturnya.

Penembakan itu terjadi di Kampung Papagaru, Distrik Irimuli, Kabupaten Puncak Jaya, pada Senin (13/2) sekitar pukul 11.30 WIT. Kedua tukang ojek itu sedang melintas dan tiba-tiba terjadi tembakan yang mengarah ke keduanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *