Permintaan mau impor jagung 100.000 ton, ini alasannya

 

 

BERITA LIVE – pemerintah akan mengimpor jagung untuk oakakn ternak sebanyak 50 ribu hingga 100 ribu ton sampai akhir tahun ini. apa alsannya?

 

menteri pertanian amran sulaiman menggatakan pemerintah menjaga harga jagung karena saat ini ada penggeseran dimana perubahan biasanya mengimpor gandum untuk lemak, kini kembali jagung dari petani.

 

“jagung harus jaga, khusunya untuk peternak, sekarang memang ada pergeseran karena ada biasanya kita impor gandum unutk ternak, smapai hari ini nggak ada. ada pengeseran perusahan-perushaan terntu membeli jagung kepetani sehingga, harga naik. insya allah dalam waktu dekat kita atasi kemudian kita tahu masalah jagung dulu kita impor 3,5 juta ton, hari ini eskpor 370 ribu ton sampai hari ini.” kata menteri pertanian amran sulaiman usai rapat koordinasi pangan di kemnetrian koordinator perekonomian, jumat.

 

amran tak menyinggung masalah impor untuk memenuhi kebutuhan pertenak dan hanya menggatkakn akan mencarikan jagung untuk memenuhi kebutuhan peternak.

 

“peternak sudah siapkan carikan jagung bagaimna caranya peternak kecil kita harus perhatikan mereka.”

 

direktur utama perim bulog budi waseso enggan berkomentar terkait hasil rapat. saat di tnya awak media, pria yang akrab disapa buwas menggatkan, hasil rapat anda disampaikan menteri koordinator (menko) perekonomian darmin nasution.

 

“hanya bicara menyikapi kebutuhan jagung petani itu saja. itu jadi satu aja (menko). sudah kesepakatan.”ujar buwas.

 

senada, menteri pendaganagan enggarliato lukita juga enggan berkomentar saol hasil rapat dia bilang. hasil rapat akan disampaikan menko perekonomian darmin nasution.

 

“saya dilarang bicara pak menko.”tutuipnya.

 

direktur jendral pertenakan dan kesehatan hewab (PKH) kementrian pertanian ketut diarmita menambahkan impor jagung untuk pekan ternak akakn dilakukan secepatnya.

 

“50 ribu- 100 ribu ton (tahun ini?) sekarang ini, secepatnya, ,makin cepat makin baik.” kata ketut usai rapat koordinasi pangan dikantor menko perekonomian.

 

(cr)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *