Polisi gagalkan penyelundupan 16.000 Baby Lobster di Indragiri Hilir

BERITALIVE – Satuan Polairud Polres Indragiri Hilir mengamankan delapan buah kotak yang diperkirakan berisi sekitar 16.000 baby lobster dibawa dengan sebuah speedboat bermesin 40 PK. Sebanyak 6 orang pelaku ditangkap karena kedapatan membawa lobster itu di Perairan Sungai Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (5/3) sekitar pukul 06.00 Wib.

Ada 6 orang yang kita tetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan baby lobster dengan dua buah kapal ini, 2 nakhoda dan 4 anak buah kapal,” ujar Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony Putra kepada merdeka.com.

Polisi mengamankan speedboat mesin 200 PK yang mengangkut 4 orang ABK. Polisi juga mengamankan speedboat mesin 40 PK yang digunakan untuk membawa baby lobster tersebut dari luar wilayah Provinsi Riau.

Nakhoda berinisial Ar (47), membawa speedboat bermuatan lobster merupakan warga Tembilahan Hulu. Sedangkan nakhoda berinisial ML (25) membawa 4 orang ABK, tercatat sebagai warga Geranting Kelurahan Pulau Terong Kecamatan Belakang Padang Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Keempat ABK tersebut berinisial Jep (47) dan Syah (39) keduanya warga Geranting Kelurahan Pulau Terong Kecamatan Belakang Padang Batam. Serta IA (43) warga Dabok Singkep, dan Mas (41), warga Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir.

Menurut Christian, pengungkapan kasus penyelundupan baby lobster ini berdasarkan adanya informasi dari masyarakat. Warga merasa resah adanya aktivitas orang membawa baby lobster, yang melewati perairan Sungai Indragiri Hilir.

Informasi itu ditindaklanjuti oleh personel Satuan Polairud Polres Indragiri, yang melakukan patroli dengan Kapal Pol IV – 2602, dipimpin oleh Kanit Gakkum Sat Polairud Ipda Buha R Munthe sekitar pukul 06.00 WIB.

“Saat patroli tersebut, petugas berhasil mengamankan 1 unit Speedboat bermesin 40 PK tanpa nama, dengan nakhoda Ar. Speed itu bermuatan benih udang jenis Lobster sebanyak 8 Kotak di perairan Sungai Indragiri,” ucapnya.

Kepada petugas, Ar mengaku, lobster itu akan diantarkan ke Perairan Kelurahan Sapat Kecamatan Kuala Indragiri. Di sana, ada orang yang menunggu dengan sebuah Speedboat untuk menampung baby lobster.

Polisi langsung mengejar ke lokasi yang ditunjukkan. Setelah sampai di tempat itu, ternyata benar ada 1 unit speedboat warna biru dengan mesin 200 PK X 2, sudah menunggu. Speedboat dan 4 orang ABK serta 1 nakhoda langsung diamankan ke Mako Sandar Sat Polairud.

“Saat ini, 6 tersangka ditahan untuk proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut. Mereka dijerat Undang-undang nomor 45 tahun 2009, tentang perubahan UU nomor 31 tahun 2004, tentang perikanan, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” ucap Christian.

JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *