Polisi Malaysia tangkap WNI diduga terlibat bom panci Bandung

BERITALIVE  РPolis Diraja Malaysia (PDRM) dikabarkan menangkap 20 orang diduga terkait dengan jaringan teror. Salah satu di antaranya adalah warga Indonesia yang terlibat insiden bom panci di Bandung, Jawa Barat, pada Juli lalu.

Dilansir dari laman Reuters, Jumat (22/12), menurut sumber di kepolisian Malaysia, WNI dibekuk itu diyakini sebagai pimpinan Jamaah Ansharut Daulah cabang Jawa Barat. Organisasi bawah tanah itu diduga kuat tunduk dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Lelaki itu kabur ke Malaysia setelah kejadian. Kemudian di Malaysia, yang bersangkutan berencana mencari uang dan pergi ke Suriah bergabung dengan ISIS,” kata perwakilan PDRM, Irjen Polisi Muhamad Fuzi Harun, dalam jumpa pers.

Menurut Harun, penangkapan sejumlah orang terkait sel teroris itu terjadi dalam operasi senyap digelar sejak 30 November hingga 15 Desember lalu. Dari 20 dibekuk, 13 adalah warga asing.

Tersangka lain ditangkap PDRM adalah seorang lelaki asal Filipina berusia 50 tahun. Dia diduga merupakan kerabat dari mendiang salah satu pimpinan kelompok Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon, yang tewas dalam pertempuran di Kota Marawi pada Oktober lalu. Dia diduga berperan merekrut orang-orang buat sel teror itu.

Polisi Malaysia juga membekuk seorang mantan guru berusia 46 tahun, di Negara Bagian Sarawak. Dia diduga terlibat rencana menyerang acara festival bir di Ibu Kota Kuala Lumpur.

SC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *