Presiden Abbas Sebut Tawaran Damai Trump Sebagai Tamparan Abad Ini

BERITALIVE – Seorang Presiden Palestina Mahmud Abbas mencela bahwa upaya akan perdamaian Timur Tengah yang sudah ditawarkan Presiden AS Donald Trump. Ia menyebut bahwa tawaran perdamaian tersebut yang diajukan kepada Trump sebagai dalam ‘tamparan untuk abad ini’.

Dilansir AFP, Senin (15/1/2018) pernyataan Abbas itu juga sudah mengacu bahwa pada kebijakan dalam Gedung Putih yang sudah mengakui bahwa Yerusalem sebagai salah satu ibukota Israel.

Abbas juga akan mengatakan bahwa Israel dengan lewat tindakannya yang sudah mengakhiri kesepakatan perdamaian Oslo yang sudah dibuat pada tahun 1990-an, sembari jgua menjuluki sebagai salah satu duta terbesar AS ke PBB dan Israel, Nikki Haley dan David Friedman sebuah aib.
Kami juga akan mengatakan bahwa tidak kepada Trump, namun kami juga tidak akan mau menerima semua rencana anda dengan Kesepakatan dalam abad ini adalah sebuah tamparan dalam abad ini dan kami juga tidak akan bisa menerimanya” dengan mengacu pada janji yang sudah di tetapkan oleh Trump dan untuk mencapai ‘kesepakatan akhir’ pada perdamaian Israel-Palestina kata Abbas bahwa dalam awal pertemuan itu memang akan sangat penting bagi semua para pemimpin Palestina yang mengenai bahwa bagaimana cara untuk menghadapi deklarasi Trump.

lalu Abbas juga menyampaikan bahwa dalam sebuah pidato yang di sampaikan maraton yang sduah berlangsung lama dengan sekitar dua jam pada pertemuan kali ini memang sangat penting sekali para pemimpin Palestina. Pertemuan tersebut dilakukan setelah pengakuan Trump soal Yerusalem sebagai ibukota Israel pada 6 Desember 2017 lalu yang membuat marah orang-orang Palestina.

Abbas sebelumnya mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak dapat lagi berperan dalam proses perdamaian Timur Tengah usai langkah Trump tersebut. Dia juga mengatakan Palestina meminta sebuah proses yang dipimpin secara internasional yang tidak menempatkan Amerika Serikat sebagai mediator.

Dia mengatakan pertemuan yang berlangsung di Ramallah itu harus membuat keputusan tentang bagaimana melangkah maju. “Saya mengatakan bahwa Oslo, tidak ada Oslo,” ucap Abbas, mengacu pada kesepakatan damai yang mengarah pada pembentukan Otoritas Palestina dan merencanakan sebuah resolusi akhir untuk konflik antara Palestina dengan Israel.

JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *