PVMBG Sebut Puspahiang Tasikmalaya Berpotensi Tinggi Terjadi Gerakan Tanah

BERITA LIVE–  Bandung – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) menyebut kawasan Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, termasuk dalam wilayah dengan kategori tinggi potensi terjadinya gerakan tanah.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Agus Budianto, kejadian gerakan tanah di wilayah tersebut sudah beberapa kali terjadi. Bahkan berdasarkan peta rawan gerakan tanah, daerah Puspahiang termasuk dalam kategori tinggi.

“Desember masih dalam kategori gerakan tanah tinggi. Apalagi lokasi Puspahiang sudah berulang kejadiannya,” kata Agus saat dihubungi, Rabu (4/12/2019).

Potensi terjadinya gerakan tanah disebabkan beberapa faktor. Salah satunya curah hujan tinggi yang terjadi saat ini. Selain itu, kondisi tanah yang memang belum stabil seperti adanya rekahan saat musim kemarau.

“Terus Tasikmalaya ini batuannya hasil gunung api dan sedimen (sehingga rawan terjadinya gerakan tanah),” kata dia.

Pihaknya mengaku, selalu memantau kondisi lingkungan di kawasan tersebut. Apalagi saat ini telah memasuki musim hujan yang potensi terjadinya gerakan tanah selalu meningkat.

Dalam kesempatan itu, dia meminta masyarakat untuk lebih waspada. Pertama selalu melihat kondisi lingkungan yang ada saat ini. Selalu memantau kondisi lereng demi mengantisipasi terjadinya bencana gerakan tanah.

“Perubahan lereng, karakter batuannya sudah gembur kena hujan. Langkah yang dilakukan di jalur potensi ancaman mau tidak mau dipantau pegerakannya. Kemudian ditutup rekahan segera. Terus apapun juga waspadai curah hujan terus menerus terutama bagian atas dari permukiman,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, memasuki musim hujan bencana gerakan tanah melanda empat kampung di Desa Pusparahyu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, sejak Senin (2/12/2019). Sampai saat ini tercatat ada 146 unit rumah rusak akibat kejadian tersebut.

“Ini pas hujan Senin kemarin asalnya dikit yang retak. Jadi sekarang tambah gede retakannya, saya khawatir. Jalan kampung saja sudah retak,” kata Pipih salah satu warga.
(th)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *