Sekarang Ini SMAK Dago Bandung Telah Rata Dengan Tanah Yang Memiliki Jejak Habibie

BERITA LIVE– Bandung – Bendera merah putih berkibar setengah tiang di halaman depan Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Dago, Kota Bandung. Hal itu sebagai rasa belasungkawa atas meninggalnya Bacharudin Jusuf (BJ) Habibie, Rabu (11/9/2019) kemarin.

SMAK Dago Bandung memang memiliki ikatan batin dengan sosok BJ Habibie. Semasa remaja Presiden ke-3 Republik Indonesia itu sempat mengenyam pendidikan di sekolah yang lokasinya dekat dengan Kampus ITB itu.

Beragam kisah menarik, mengiringi perjalanan BJ Habibie selama mengenyam pendidikan di sekolah yang berdiri sejak 1950. Salah satunya mengenai kisah cinta dengan istrinya Hasri Ainun Besari. Mereka bertemu dan saling memikat hati di sekolah tersebut.

Kepala Sekolah SMAK Dago Bandung Rosmian Simorangkir menyatakan, BJ Habibie terakhir berkunjung ke sekolah sekitar 4 tahun lalu. Dia datang untuk sedikit bernostalgia mengenang masa-masa sekolah.

Saat itu, kata dia, BJ Habibie datang dan mengunjungi sejumlah ruangan seperti kelas hingga aula. Dia ingin mengenang masa SMA yang indah penuh suka cita sampai akhirnya berhasil memberi bekal pendidikan yang mumpuni.

“Dia keliling lihat situasi sekolah,” kata Rosmian saat ditemui di SMAK Dago, Kota Bandung, Kamis (11/9/2019).

Namun, kata Rosmian, bangunan-bangunan tersebut kini sudah rata dengan tanah. Kini para siswa SMAK Dago melakukan kegiatan belajar mengajar di bangunan baru yang lokasinya berada di bagian belakang lahan milik Yayasan BPSMK-JB, yang terletak di Jalan Ir H Djuanda, Bandung.

Rosmian juga sempat mengajak Wartawan, untuk melihat kondisi lahan yang dulu berdiri bangunan SMAK Dago. Di lokasi itu hanya berdiri beberapa bangunan baru. Sementara sisanya hanya lahan kosong.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga sempat memperlihatkan beberapa peninggalan BJ Habibie. Misalnya saja angklung yang diduga pernah dimainkan sosok jenius tersebut. Selain itu, ada juga meja laboratirum yang disebut pernah digunakan mantan Dirut PT DI itu.

“Diduga angklung itu pernah digunakan Pak Habibie. Karena ini sudah ada sejak lama,” katanya.

Rosmian menyatakan, kondisi sekolah masih berjalan dengan baik. Hanya memang jumlah siswa di sekolah penuh sejarah ini tinggal sedikit. Saat ini saja kurang lebih ada 50 siswa yang menjadi peserta didiknya.

Meski sepi peminat, dia memastikan kualitas kegiatan belajar mengajar SMAK Dago cukup baik. Hal itu terbukti dengan hasil lulusannya sebanyak 40 persen berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri.

“Siswa sekarang memang minim. Karena di sekitar sini banyak sekolah negeri. Tapi out put lulusan di sini cukup baik. Tahun ini saja 40 persen masuk perguran tinggi negeri,” ucapnya.

Kini BJ Habibie telah kembali kepangkuan tuhan yang maha kuasa dengan meninggalkan banyak kontribusi bagi bangsa. Duka cita mendalam begitu dirasakan, termasuk bagi sivitas SMAK Dago.

“Pesan terakhir SMAK Dago harus tetap ada. Kami keluarga besar SMAK Dago turut berbelasungkawa atas meninggalnya bapa reformasi, teknokrat,” katanya.

Dia juga berharap, di SMAK Dago ini bisa lahir sosok penerus BJ Habibie yang bisa memberi kontribusi untuk bangsa. “Harapannya SMAK Dago ke depan muncul Habibie baru penerus bangsa,” ujarnya.
(th)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *