Sensai Melewati Jembatan Gantung Pulau Kalong

BERITA LIVE –¬†Yogyakarta sudah sering dikunjungi. Kota wisata yang kental dengan berbagai budaya tradisional khas Jawa ini ternyata menyimpan banyak hidden gem alias permata tersembunyi jika para wisatawan mau melangkah lebih dalam dan jauh. Sebab Yogyakarta tidak sekadar Jalan Malioboro atau beberapa destinasi yang sudah banyak dikunjungi wisatawan lainnya.

Kota yang terkenal dengan kuliner gudegnya ini memiliki sebuah pulau bernama Pulau Kalong, Gunung Kidul, yang mengharuskan pengunjungnya berjuang terlebih dulu untuk menjangkaunya. Perjuangan tersebut membutuhkan kondisi fisik yang prima, keberanian, dan tekat yang kuat, karena jika tidak, maka si permata yang tersembunyi tidak akan pernah bisa ditemui.

Pasalnya, sebelum Anda mulai berjuang bersama dengan keberanian dan tekad yang kuat, terlebih dahulu mesti berjalan kaki sejauh sekira satu kilometer, melewati areal persawahan dan perbukitan. Apakah setelah berjalan Anda langsung bisa menemui si permata yang tersembunyi itu Oh tentu belum, masih ada langkah selanjutnya.

Sekadar informasi, untuk menempuh perjalanan menuju Pulau Kalong, Anda harus mengenakan peralatan luar ruang, seperti sandal atau sepatu gunung, karena aksesnya hanya jalan setapak. Setelah menerabas waktu sekira 15 menit melewati sawah dan perbukitan di timur Pantai Greweng, barulah Anda tiba di tebing pantai Sinden.

Pulau Kalong letaknya terpisah dengan Pantai Greweng dan Pantai Sedahan, maka untuk menjangkaunya para wisatawan harus meniti langkah di atas jembatan gantung. Jarak sepanjang 30 meter perlu dilalui lebih dulu sebelum bisa bernapas lega sampai di Pulau Kalong.

Menurut Anda ini mudah? Jangan sombong dulu, sebab jembatan hanya terbuat dari rangkaian tali temali, beralaskan papan kayu, dibangun di atas lautan lepas yang kecepatan angin dan ombaknya tidak bisa diduga mampu menggoyangkan jembatan sekuat apa. Yang jelas cukup membuat jantung hampir melompat dari mulut, dada terasa sesak, dan napas memburu.

Alas kayu jembatan gantung yang jadi akses satu-satunya menuju Pulau Kalong dibuat jarang-jarang alias tidak rapat, kalau tidak melangkah dengan hati-hati bisa-bisa kaki tersangkut. Maka, bagi Anda yang nyalinya tidak cukup besar tidak disarankan untuk ke sini.

Setibanya di Pulau Kalong wisatawan pertama kali yang pasti dilakukan adalah bersyukur karena sudah selamat sampai di tujuan. Bagi wisatawan yang sekaligus gemar mengamati kehidupan alam, di Pulau yang dulunya banyak kalong ini dihuni spesies burung gelatik. Tapi, bagi yang hobi memancing, maka destinasi yang membutuhkan perjuangan cukup berat tersebut jadi pilihan tepat, karena banyak ikan cucut dan lobster.

Jika masih bingung letak Pulau Kalong, para wisatawan bisa menggunakan aplikasi peta online. Namun, tidak bisa menuliskan tujuan langsung ke Pulau Kalong, karena belum tercatat, cari saja menggunakan kata kunci Pantao Sinden.

(dv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *