Seorang ayah tiri tega cabuli putrinya sendiri sebanyak 4 kali

BERITALIVE – Bocah perempuan yang baru berusia 13 tahun diperkosa ayah tirinya yang sudah uzur bernama Katimin (72). Kedunay merupakan warga Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Ironisnya sang ayah sudah empat kali memperkosa korban. Pelaku mengancam akan membunuh sang ibu jika korban berani membongkar tindakan tak terpuji Katimin.

“Perbuatan pelaku dilakukan terhadap korban sudah empat kali. Ada di kamar mandi, kamar tidur, di dapur dan juga di kebun sawit belakang rumahnya. ” ujar Kapolres Rokan Hilir AKBP Sigit Adiwuryanto kepada Beritalive, Senin (10/12).

Aksi bejat pelaku terbongkar ketika paman korban merasa curiga setelah melihat perilaku korban berubah tak seperti biasanya. Agar mudah mengorek infomasi, si paman tersebut menyuruh istrinya untuk mendekati korban.

Bibi korban pun pelan – pelan menanyakan apa permasalahan yang terjadi padanya. Karena teringat ancaman ayah tirinya, korban masih enggan bercerita. Tak kehilangan akal, sang bibi meyakinkan agar korban tidak takut untuk menceritakannya.

“Akhirnya korban mengungkapkan apa yang dialaminya selama ini kepada bibinya itu. Kemudian, cerita itu kembali dibicarakan kepada paman korban, ” kata Sigit.

Ternyata, korban diperkosa jsejak bulan Juli 2017 korban telah diperkosa ayah tirinya sebanyak 4 kali. Kejadian pertama, ketika korban sedang mandi dirumah. Kedua, pada malam hari saat korban lagi tidur di kamar. Dan ketiga , ketika korban berada di dapur. Serta keempat, korban diperkosa di kebun sawit di belakang rumah.

“Ibu korban sedang keluar rumah setiap kali perbuatan itu dilakukan pelaku terhadap korban. Pelaku juga selalu mengancam akan membunuh ibu korban jika menceritakan kejadian itu, ” ucap Sigit.

Paman dan bibi korban pun kaget mendengar pengakuan keponakan mereka yang masih di bawah umur tersebut. Apalagi korban masih berstatus pelajar di salah satu sekolahan.

“Akhirnya, paman serta ibu korban melaporkan pelaku ke Polsek Bangko. Korban pun menceritakan kembali apa yang dialaminya kepada personel piket, ” kata Sigit.

Setelah membuat laporan, polisi mencari dan mengejar pelaku. Tak butuh waktu yang lama, polisi berhasil menangkap pelaku di rumahnya tanpa perlawanan.

“Korban sudah divisum, sedangkan pelaku kita tahan sampai kasus ini dilimpahkan ke jaksa dan pengadilan. Pelaku dijerat undang – undang perlindungan anak, ” pungkas perwira menengah jebolan Akademi Kepolisian tahun 1999 ini. (kz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *