Sering memalak teman, murid SD di Samarinda dikeluarkan dari sekolah

BERITALIVE  – Seorang anak di Samarinda, Kalimantan Timur berinisial D (8), terpaksa berhenti sekolah di bangku kelas 2 SD. Dia dikeluarkan dari sekolahnya gara-gara sering memalak teman sekelas. Pihak sekolah membantah mengeluarkan D.

Ditemui di rumahnya, di Jalan Pangeran Bendahara Gang Pertenunan RT 02 Kelurahan Tenun, Kecamatan Samarinda Seberang, jelang tengah hari tadi, D terlihat asyik bermain bersama temannya.

“Hari Senin (12/2) kemarin dikeluarkan dari sekolahnya,” kata ibu kandung D, Nurhayati (33), saat berbincang bersama dengan merdeka.com, Rabu (14/2).

Nurhayati bercerita, dari penjelasan pihak sekolah, ada teman sekolah anaknya, dua hari tidak masuk sekolah, lantaran sering dipalak anaknya. “Kata sekolahnya, anak saya ancam memukul kalau tidak kasih uang,” ujarnya.

D juga sempat diberi sanksi. Dia sempat pindah belajar di ruang guru dipisahkan dengan teman-teman sekelasnya. “Saya dikirim surat peringatan, dipanggil ke sekolah. Karena kejadian ketiga kali, anak saya dikeluarkan,” ungkap Nurhayati.

Nurhayati sekarang kebingungan menyekolahkan anaknya. “Saya minta ke sekolah kalau bisa sekolah dulu sampai naik kelas. Tapi diminta cari sekolah lain saja,” terang Nurhayati.

Ditemui, Kepala SDN 002 Erni Suhartini menepis pihak sekolah mengeluarkan D. Kendati demikian, D memang sering meminta uang temannya. “Yang tahu persis memang gurunya. Suka mintai uang, malak. Saya juga minta ibunya awasi anaknya, ke mana saja kesehariannya berteman,” kata Erni.

Meski menepis bahwa pihak sekolah mengeluarkan D, Erni membenarkan meminta orang tuanya, mencari sekolah lain untuk D. “Kita belum mengeluarkan. Saya bilang, ibu cari sekolah lain. Mungkin akan lebih baik,” terang Erni.

Erni juga memastikan, dia bersedia mengabulkan permintaan orang tua D, apabila memang meminta D bersekolah sementara di SDN 002, sambil mencari sekolah lain. “Kita kan tahu anak jangan sampai putus sekolah. Tapi saya akan minta pernyataan, orangtuanya juga harus membantu,” demikian Erni.

SC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *