Simpan Tali Pusat Bisa Berujung Dengan Manfaat Menjaga Kesehatan Di Massa Depan

BERITA LIVE – Tali pusat yang kita miliki ketika lahir ternyata masih bisa dimanfaatkan pada masa depan bahkan saat usia lanjut. Pengguanaan sel punca dari darah tali pusat atau stem cell bisa digunakan untuk mengobati kanker darah, tumor padat seperti lomfoma, kelainan metabolisme dan darah.

Lalu apa itu stem cell darah tali pusat? dr. Li Ming Ming dari bank darah tali pusat, Cordlife mengatakan stem cell merupakan darah yang tersisa di dalam tali pusat atau plasenta setelah proses kelahiran bayi. Segera setelah bayi lahir,tali pusat akan dijepit dan darah yang tertinggal di dalamnya akan diambil oleh dokter kandungan atau bidan.

Proses ini bebas risiko dan berlangsung hanya dalam waktu 5-10 menit, ujarnya saat di temui di Jakarta.

Dara tali pusat adalah darah yang kaya akan haematopoetic stem cells (HSC). HSC ini merupakan sel primitif yang merupakan asal muasal sel – sel darah lainnya.

Melihat manfaat dari stem cell tersebut, maka tak ada salahnya saat hamil, para orangtua merencanakan untuk menyimpan darah tali pusat sang anak.

Penyimpanan darah tali pusat ini merupakan komitmen jangka panjang orangtua terhadap kesehatan anak dan keluarga di masa depan.

Steam cell dapat berkembang menjadi beberapa tips sel darah yaitu :

Sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen dalam darah, sel darah putih berfungsi memproduksi antibodi dan melawan bakteri, dan trombosit membantu pembukaan darah.

Ada beberapa sumber stem cell lainnya, yaitu sumsum tulang belakang dan darah tepi. Namun, menurut dr. Li Ming Ming, stem cell yang berasal dari tali pusat merupakan sel yang paling muda dan paling primitif di bandingkan stem cell yang berasal dari sumber lainnya.

Hal ini dikarenakan stem cell tersebut belum terpapar dari faktor lingkungan eksternal, seperti virus maupun bahkan kimia, yang dapat mengubah struktur dan fungsi sel tersebut.

Stem cell darah tali pusat digunakan untuk regenerasi darah dan sistem kekebalan tubuh pasien, stelah terjadi kerusakan akibat penyakit atau pengobatan media, seperti kemoterapi atau terapi radiasi.

{CR}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *